BNPB: Belum Ada Perluasan Zona Bahaya Erupsi Gunung Agung
CNN Indonesia
Senin, 25 Sep 2017 19:55 WIB
Bali, CNN Indonesia -- Status Gunung Agung di Bali telah dinyatakan memasuki fase Awas atau level 4 sejak akhir pekan lalu. Meski begitu, sampai saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dalam waktu dekat belum ada rencana memperluas area kawasan rawan bencana (KRB) letusan gunung tersebut.
Sebelumnya BNPB telah menetapkan zona bahaya di wilayah dengan radius 9-12 kilometer dari puncak gunung.
"Sampai sekarang tetap [9-12 km] seperti sekarang, karena secara scientific sudah kita analisis semua dengan baik," ujar Kepala BNPB Willem Rimpangilei di Pos Komando Penanggulangan Darurat Bencana Gunung Agung, Karangasem, Bali, Senin (25/9).
Selain itu, Willem pun menegaskan pihaknya telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi letusan Gunung Agung sejak masih berstatus siaga.
"Kami sudah mengantisipasi seminggu sebelumnya, status siaga kami sudah waspada, kami sudah tambah kewaspadaan," Willem.
Salah satu alasan penetapan status awas pada Gunung Vulkanik adalah semakin meningkatknya jumlah gempa vulkanik dangkal.
"Kalau secara scientific, gempa dangkal semakin banyak, semakin bahaya," ujar Willem.
Atas dasar itu BNPB terus mengimbau kepada warga di pengungsian agar tidak kembali ke rumah sampai situasi kondusif. Pasalnya kerap kali para pengungsi kembali ke rumah masing-masing pada siang hari.
"Tapi, karena namanya ini alam, kita juga siap-siap kalau itu tidak sesuai [dengan yang direncanakan]. Kita selalu siap untuk hal terburuk, tetapi tetap berharap yang terbaik," katanya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Gede Suantika menerangkan dari pengamatan hari ini mulai pukul 00.00 hingga pukul 12.00 WITA telah terjadi 122 kali gempa vulkanik dalam, 245 gempa vulkanik dangkal, dan 38 kali tektonik lokal.
Kondisi terkini di Gunung Agung itu diamati intensif dari pos pengamatan Gunung Api Agung PVMBG yang berada di desa Rendang, Karangasem, Bali.
Meningkatnya jumlah gempa vulkanik dangkal tersebut pun dikatakan Gede menunjukkan kondisi Gunung Agung harus semakin diwaspadai.
"Iya semakin kritis, harus semakin awas," Gede saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/9).
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya BNPB telah menetapkan zona bahaya di wilayah dengan radius 9-12 kilometer dari puncak gunung.
"Sampai sekarang tetap [9-12 km] seperti sekarang, karena secara scientific sudah kita analisis semua dengan baik," ujar Kepala BNPB Willem Rimpangilei di Pos Komando Penanggulangan Darurat Bencana Gunung Agung, Karangasem, Bali, Senin (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu alasan penetapan status awas pada Gunung Vulkanik adalah semakin meningkatknya jumlah gempa vulkanik dangkal.
Atas dasar itu BNPB terus mengimbau kepada warga di pengungsian agar tidak kembali ke rumah sampai situasi kondusif. Pasalnya kerap kali para pengungsi kembali ke rumah masing-masing pada siang hari.
"Tapi, karena namanya ini alam, kita juga siap-siap kalau itu tidak sesuai [dengan yang direncanakan]. Kita selalu siap untuk hal terburuk, tetapi tetap berharap yang terbaik," katanya.
![]() |
Meningkatnya jumlah gempa vulkanik dangkal tersebut pun dikatakan Gede menunjukkan kondisi Gunung Agung harus semakin diwaspadai.
"Iya semakin kritis, harus semakin awas," Gede saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/9).
[Gambas:Video CNN]
