Dugaan suap tersebut, ia menambahkan, tidak ditemukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan terhadap informasi yang muncul dari laporan yang diungkap media Bloomberg.
"Sudah kami cek tapi enggak ada. Siapa yang terima duitnya? Enggak ada," kata Setyo Wasisto kepada wartawan di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setyo mengaku, telah bertemu dengan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri dan Kapolres Jakarta Pusat untuk mencari informasi seputar dugaan suap yang dilakukan Uber. Namun, ia menyatakan, dugaan aliran suap tersebut tidak ditemukan.
“Makanya kami masih belum dapat informasinya, kami ingin klarifikasi bersamaan dari mereka. Supaya kami bisa klarifikasi dari sini,” ujar Setyo.
Uber diduga melakukan tindakan ilegal demi memuluskan perizinan operasional mereka di sejumlah negara Asia, salah satunya Indonesia. Laporan yang diungkap Bloomberg mencatat, Uber diduga melakukan suap ke polisi di Jakarta.
Polisi tidak menemukan dugaan suap yang dilakukan pihak Uber terhadap anggotanya. (REUTERS/Darren Whiteside) |
Dalam artikel tersebut, Bloomberg mendapat keterangan terkait dugaan suap tersebut dari sumber anonim. Masih dalam laporan itu, Uber disebut bermasalah dengan kepolisian Jakarta pada akhir 2016 lalu.
Salah satu permasalahan yang dihadapi Uber, yakni penggunaan kantor yang dinilai tidak berada di zona bisnis. Uber kemudian mengakali permasalahan itu dengan menyuap kepolisian demi tetap bisa menggunakan lokasi tersebut sebagai basis operasional mereka.
Selain di Jakarta, perusahaan ride-hailing ini diketahui juga melakukan aksi curang demi memuluskan oeperasional di Malaysia, China, dan Korea Selatan. Di Malaysia, Uber diduga membuat kesepakatan tukar-guling dengan institusi lokal.
Selang kurang dari setahun kemudian, pemerintah Malaysia akhirnya meloloskan peraturan yang melegalkan ride-hailing di sana.
Kasus dugaan suap ini terkuak ketika pemerintah federal AS menyelidiki aktivitas mencurigakan Uber di sejumlah negara di Asia.
Uber diperkirakan melakukan praktik ilegal di luar negeri sesuai regulasi UU Praktik Korupsi di Luar Negeri (Foreign Corrupt Practices Act). Uber dinilai makin bermasalah karena tak berinisiatif membuka kasusnya ke pemerintah.
[Gambas:Video CNN] (djm/djm)
Polisi tidak menemukan dugaan suap yang dilakukan pihak Uber terhadap anggotanya. (REUTERS/Darren Whiteside)