Aksi tersebut dinamakan Aksi 299 dengan tuntutan menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas). Selain itu aksi tersebut akan menolak kebangkitan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI).
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengatakan, 5.000 personel tersebut akan bergabung bersama belasan ribu personel gabungan TNI dan Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada beberapa pasukan Brimob Nusantara yang digeser ke Jakarta untuk memperkuat,” katanya di Mabes Polri.
“Kami imbau yang demo tertib, kalau tidak tertib berarti mau buat kerusuhan,” ujarnya.
Rapat koordinasi soal pengamanan aksi 299 tersebut telah dilakukan di Polda Metro Jaya, kemarin. Dalam rapat tersebut juga turut dihadiri Kepala Polisi Resor (Kapolres) yang berada di wilayah DKI Jakarta hingga Bekasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, polisi belum bisa memastikan jumlah massa pada Aksi 299. Hingga kini belum diterima laporan atau pemberitahuan dari penyelenggara aksi.
Sebelumnya Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif saat menyambangi Gedung DPR MPR mengatakan, aksi itu akan diikuti kurang lebih 50 ribu orang dari berbagai elemen. Mengenai jumlah pastinya akan ditentukan malam ini.
Selain itu massa juga akan mendesak DPR agar menolak Perppu Ormas untuk menjadi Undang-Undang. Apalagi, Perppu tersebut masih dalam proses uji materi di Mahkamah Konstitusi.
Maarif juga mengatakan, pihaknya bakal meminta kepada DPR untuk menolak dan melawan kebangkitan PKI. Dia mengklaim, indikasi kebangkitan PKI mulai menguat belakangan ini salah satunya ada wacana pencabutan Tap MPRS 25/1966.
"Kami ingatkan kepada anggota dewan kalau sampai ada anggota dewan yang berusaha mencabut Tap MPRS 25/1966 akan berhadapan dengan umat Islam," ujarnya di Gedung Parlemen. (sur)