Pandangan itu disampaikan JK setelah mendengar kabar hasil rapat pleno harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Senin (25/9). Rapat tersebut meminta kesediaan Setya mundur dari jabatannya dan menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua umum.
"Sepantasnya begitu, karena ini kita tidak bicara pribadi atau kita tidak bicara hanya legalitas. Kita bicara image, partai itu tergantung image masyarakat, penilaian publik," ujar JK kepada wartawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (26/9)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau publik sudah menyatakan pimpinannya jelek, apalagi pimpinannya begitu kan, jadi memang keputusan itu seharusnya demikian. Saya tidak tahu siapa yang pantas, banyak," tuturnya.
"Bunyinya itu meminta kesediaan beliau menunjuk pelaksana tugas," kata Kahar Muzakir di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/9).
DPP Golkar akan menggelar rapat pleno pada Kamis (28/9) untuk mendengarkan jawaban dari Setya Novanto sekaligus membahas terkait permintaan pengunduran diri dan penunjukan Plt Ketua Umum.
(djm/djm)