Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif memprediksi massa yang akan datang berjumlah 50 ribu orang. Penyelenggara menurutnya wajib memfasilitasi peserta karena salat jumat adalah kewajiban setiap muslim.
"Kalau kita tidak menyelenggarakan (salat Jumat berjamaah), sementara massa telah berkumpul di depan gedung DPR, kita akan ikut berdosa juga," ujar Slamet dalam jumpa pers di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir masjid-masjid sekitar DPR tidak akan menampung, karena tidak ada aksi saja pas Jumatan penuh," kata Slamet.
Slamet Maarif. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Selain menyiapkan rencana menggelar salat Jumat di depan Gedung DPR, penyelenggaran juga menyiapkan lahan parkir di komplek Gelora Bung Karno. Karena itu 212 para peserta aksi diimbau tidak memarkir kendaraan sembarangan.
Dua tuntutan dalam aksi ini adalah agar DPR agar membatalkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan penolakan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Slamet Maarif. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)