Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan, dari 78 desa yang ada di Kabupaten Karangasem, hanya 27 desa saja yang masuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung.
"27 desa yang berpotensi terkena awan panas dan lahar jika Gunung Agung meletus, dengan jumlahnya sekitar 70 ribu jiwa pengungsi", ucap Pastika dalam keterangan tertulis kepada awak media, Jumat (29/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kelebihan lebih dari 75 ribu pengungsi yang berasal dari 51 desa yang aman yang ikut mengungsi. Tidak ada alasan bagi yang berasal dari desa aman untuk mengungsi," tutur Pastika.
Nantinya, dalam tujuh hari ke depan, pemda akan mengindentifikasi warga yang perlu untuk mengungsi ataupun yang tidak perlu.
Pastika, juga telah menunjuk beberapa koordinator untuk melakukan koordinasi terkait penyaluran bantuan kepada para pengungsi.
"Koordinator lapangannya adalah Keliang Banjar (aparat desa). Kordesnya adalah Kepala Desa sehingga jalur komandonya jelas karena menggunakan aparat desa," ujarnya.
"Yang ikut mengungsi agar kembali ke posnya kecuali jika kantornya berada di salah satu 27 desa itu. Bagi yang kantornya di daerah berbahaya harus berkantor di Kantor Bupati. Bagi pegawai yang tidak kembali ke posnya maka gajinya tidak dibayarkan," kata Pastika.
Agar dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi bisa mencukupi, Pastika juga memerintahkan untuk menghentikan segala kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan situasi daruat yang saat ini sedang berjalan.
"Semua hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan kedaruratan dibatalkan agar uangnya dapat dipakai untuk kedaruratan, termasuk di provinsi. Tidak boleh ada yang bepergian ke luar negeri,” katanya menegaskan.