"Komitmen kami (pemerintah) jelas, masa saya ulang terus. Bahwa penguatan KPK tuh harus, sudah," kata Jokowi di kompleks Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (1/10).
Komitmen Jokowi terhadap penguatan KPK ini kerap dipertanyakan, seiring terbentuknya dan berjalannya Panitia Khusus Hak Angket DPR terhadap KPK. Jokowi dinilai tak tegas menyikapi masalah itu, sehingga Pansus Hak Angket KPK terus berjalan hingga hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah saya sampaikan jawabannya itu domainnya DPR. Itu wilayahnya DPR. Jangan dibawa-bawa ke saya," kata Jokowi.
Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi meminta Jokowi bersikap sebagai kepala negara dalam merespons polemik Pansus Hak Angket KPK. Pasalnya, sejauh ini, Jokowi hanya memosisikan diri sebagai kepala pemerintahan di tengah panasnya hubungan pansus dan KPK.
Lihat juga:PDIP Minta KPK Datangi Pansus |
Di sisi lain, perwakilan koalisi lainnya, Miko Susanto Ginting menilai perpanjangan masa kerja Pansus Angket KPK tak bisa dilepaskan dari sidang praperadilan Ketua DPR Setya Novanto. Menurut dia, dari analisis yang dilakukan pihaknya, jika Setnov memenangkan praperadilan, Pansus Angket KPK akan menggunakannya sebagai 'amunisi' baru menyerang KPK.
"Ketika praperadilan Setya Novanto dikabulkan, maka ini memberikan legitimasi atau konfirmasi pada hak angket bahwa memang benar KPK enggak patut," tutur Miko yang juga peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).