Jokowi juga membuka sejumlah persoalan yang dibahas bersama menterinya dalam sidang kabinet paripurna tertutup kepada pengusaha beberapa hari lalu.
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio berpendapat, kelakar dan pernyataan-pernyataan tegas Jokowi itu merupakan bentuk kepercayaan diri Jokowi saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepercayaan diri itu tumbuh seiring dengan masa jabatannya sebagai presiden yang hampir menginjak usia tiga tahun. Apalagi, dukungan terhadap Jokowi untuk maju sebagai calon presiden 2019 juga mulai mengalir dari sejumlah kalangan.
Pengusaha-pengusaha anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta ini dua periode demi pembangunan.
Hal itu sejalan dengan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi dibanding tahun lalu.
Berdasarkan survei CSIS 68,3 persen menyatakan puas sementara tahun lalu 66,5 persen.
"Jokowi sedang menikmati betul posisi dia bicara langsung dengan masyarakat dan kelompok tentang kebijakan dia," tutur Hendri.
Jokowi mengantongi 50,9 persen dan diikuti Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan 25,8 persen.
Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
“Walau ada penurunan, belum ada tokoh lain yang bisa menyaingi saat ini. Jadi percaya dirinya tinggi,” kata Hendri.
Sehingga, Hendri menilai wajar apabila Jokowi kini percaya diri dan blak-blakan kepada masyarakat terutama jelang tahun politik hingga pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
Namun, ia mengimbau Jokowi harus lebih hati-hati agar tidak tergelincir seperti rekannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menurutnya, Jokowi lebih baik terus membicarakan kebutuhan masyarakat, capaian kinerja, dan cara-cara pemenuhan janji kampanye Pilpres lalu sebab masyarakat mengidolakannya karena kesederhanaan, baik, dan sopan bertutur kata.
“Diatur pesan politiknya. Boleh bercanda tapi kata-kata kejam, gebuk semestinya tidak terlontar dari orang nomor satu di Indonesia karena itu bisa diterjemahkan lain,” kata Hendri.
Lihat juga:Jokowi Tak Pusing Ekonomi Dipolitisasi |
[Gambas:Video CNN]
Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)