"Kami mohon bapak presiden setelah pembacaan doa, bapak dapat berkenan memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada perwakilan pejuang dan prajurit TNI yang hadir di tengah-tengah kita," kata Gatot saat berpidato dalam acara peringatan HUT TNI ke-72 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10).
Ketiga orang yang akan menerima potongan tumpeng yakni Paimin, KH Sholeh Qosim, dan Letnan Jenderal Eddy Rahmayadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu kebangkitan PKI sempat menjadi sorotan masyarakat sepanjang September 2017.Kala itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengingatkan tentang bahaya kebangkitan komunis. Dia menginstruksikan anggotanya untuk memutar kembali film pengkhianatan G30s/PKI di tiap daerah.
Selain Abah Qosim dan Paimin, penerima tumpeng ketiga adalah perwakilan TNI masa kini. "Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang tadi bertindak menjadi komandan upacara," kata dia. Edy adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Lihat juga:Jenderal Gatot: Jangan Ragukan Kesetiaan TNI |
Gatot mengatakan TNI menjunjung tinggi sumpah prajurit dan setia kepada NKRI yang berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila.
"Pada saat yang sama saya menegaskan pula bahwa politik TNI adalah politik negara. Politik yang diabdikan bagi tegak kokohnya negara kesatuan Republik Indonesia," kata Gatot.
[Gambas:Video CNN]