Kekuatan Militer Indonesia Diharapkan Masuk 10 Besar Dunia

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 06:14 WIB
Kekuatan Militer Indonesia Diharapkan Masuk 10 Besar Dunia Kekuatan militer Indonesia diharapkan bisa masuk dalam jajaran 10 besar dunia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai kekuatan militer Indonesia berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Hal itu berdasarkan data Global Fire Power (GFP).

Dari data tersebut, kata Sukamta, peringkat kekuatan militer Indonesia mengalami kenaikan sejak 2012. Pada tahun itu, Indonesia di posisi ke-22, kemudian naik pada 2015 di peringkat ke-19.

Peringkat Indonesia kembali naik di posisi 12 pada 2016, dengan power index 0,52. Namun tahun ini, peringkat GFP Indonesia turun di posisi ke-14 dengan power index 0,34.
"Diharapkan kekuatan pertahanan Indonesia semakin baik dan bisa masuk 10 bahkan lima besar kekuatan militer dunia pada masa yang akan datang," kata Sukamta melalui pesan singkat, Kamis (5/10).


Sukamta mengatakan, jika sumber daya manusia, alat utama sistem persenjataan, dan anggaran terus ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya melalui program rencana strategis dan minimum essentials force, maka kekuatan militer Indonesia dapat semakin membaik.

Menurutnya, penurunan peringkat kekuatan militer bisa meningkatkan potensi ancaman terhadap Indonesia. Oleh karenanya, kata dia, kuantitas dan kualitas unsur-unsur pertahanan perlu terus ditingkatkan.
"Diharapkan melalui MEF kebutuhan alutsista TNI tersebut dapat terpenuhi. Dari tahun ke tahun kami terus mendorong agar anggaran untuk membeli dan memperbarui alutsista ditingkatkan," kata Sukamta.

Selain unsur alutsista, lanjutnya, prajurit TNI juga harus ditingkatkan kemampuan, integritas, kedispilinan serta kedekatannya dengan rakyat.

Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki sejumlah pasukan elite khusus di masing-masing matra, yang diakui kehebatannya oleh negara-negara lain.

"Tapi jangan membuat terlena, justru Indonesia harus terus meningkatkan kuantitas dan kualitasnya," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]