HUT TNI kali ini mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat. Jokowi yang bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT TNI, berpidato terlebih dulu.
Di hadapan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Jokowi mengutip pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman, mengingatkan seluruh prajurit TNI agar menjauhi politik praktis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Politik dan loyalitas itu berarti kesetiaan menjaga kepentingan rakyat, kesetiaan menjaga keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, kesetiaan pada pemerintah yang sah."
Menurutnya, TNI harus berdiri di atas semua golongan dan tidak terkotak-kotak pada kepentingan politik yang sempit. "Dan tidak masuk kancah politik praktis."
Atraksi militer TNI menampilkan parade alutsista, parade pasukan, latihan gabungan 3 matra, serta atraksi akrobatik dari Tim Jupiter TNI Angkatan Udara.
Selanjutnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat giliran berpidato.
Gatot mengawali pidatonya dengan meminta maaf kepada masyarakat, termasuk Presiden Jokowi yang harus susah payah menghadiri acara puncak peringatan HUT TNI.
Jokowi diketahui berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk mencapai lokasi acara lantaran jalan di sekitar lokasi dipenuhi oleh warga dan kendaraan pribadi milik warga yang ingin menyaksikan langsung perayaan puncak HUT TNI.
Panglima TNI Jenderal Gatit Nurmanyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
Seolah membalas pidato Jokowi, Gatot di hadapan Jokowi meminta semua pihak tidak meragukan kesetiaan TNI.
Gatot menegaskan bahwa politik TNI adalah politik negara. Politik yang diabdikan bagi tegak kokohnya negara kesatuan Republik Indonesia.
"Serta taat pada atasan yaitu presiden RI yang dipilih secara sah sesuai dengan konstitusi. Sekali lagi, jangan ragukan TNI kesetiaannya," kata Gatot.
Lihat juga:Jenderal Gatot: Jangan Ragukan Kesetiaan TNI |
Salah satu pejuang yang mendapat potongan tumpeng itu adalah Paimin, pejuang berusia 92 tahun yang ikut membantu operasi pembersihan sisa-sisa kader Partai Komunis Indonesia di Jawa Tengah.
HUT TNI kali ini memang diperingati di tengah isu seputar kebangkitan PKI, impor 5.000 senjata, dan sorotan kepada Jenderal Gatot yang dinilai sebagian kalangan telah melakukan manuver politik di ujung masa jabatannya.
Jenderal Gatot sendiri tak membantah dirinya telah berpolitik. Namun, seperti yang ia tegaskan dalam pidatonya di Cilegon, Gatot menyatakan bahwa politik yang ia lakoni dalam kapasitasnya sebagai Panglima TNI adalah politik negara, bukan politik praktis merebut kekuasaan.
"Panglima TNI pasti berpolitik, tapi politiknya negara, bukan politik praktis. Saya akan menjalankan tugas saya secara konstitusi," kata Gatot usai memimpin gladi resik puncak peringatan HUT TNI ke-72, Selasa.
[Gambas:Video CNN]
Panglima TNI Jenderal Gatit Nurmanyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)