Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya lebih memilih untuk menyesuaikan dengan jadwal Pemilu 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam jadwal KPU, masa pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2019 akan diselenggarakan pada 4-10 Agustus 2018.
"Ya nanti diikuti tahapan-tahapan. Yang penting bagaimana PDIP semakin efektif memberikan dukungan pada pemerintahan Jokowi," kata Hasto, saat mendaftarkan PDIP sebagai peserta Pemilu 2019, di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu antusiasme rakyat menyambut pemimpin yang bergerak ke bawah, pemimpin yang jujur, yang kerja keras, bukan pemimpin yang menciptakan masalah tapi yang membawa kegembiraan politik. Kami lihat dukungan faktual dari rakyat," paparnya.
Lihat juga:Simbiosis Mutualisme Dukungan Politik Jokowi |
Sebelumnya, sejumlah parpol lebih dulu mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi sebagai Capres di 2019. Yakni, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, Hanura, dan bahkan Partai Perindo.
Diketahui, penetapan Pasangan capres dan cawapres Pemilu 2019 akan dilakukan pada 20 September 2018. Setelah itu, nomor urut pasangan calon ditentukan 21 September 2018.
Hingga kini elektabilitas Jokowi berdasarkan hasil survei masih ada di urutan teratas. Menurut survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada 3-10 September 2017, misalnya, Jokowi mendapat dukungan 45,6 persen responden. Ia mengungguli pesaingnya dalam pilpres 2014, Prabowo Subianto, yang mendapat suara 18,7 persen responden.