Tepis Tangan Wartawan, Kepala Brimob Tolak Jawab soal Senjata

Abi Sarwanto , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 19:20 WIB
Tepis Tangan Wartawan, Kepala Brimob Tolak Jawab soal Senjata Kepala Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Murad Ismail menolak menjawab pertanyaan wartawan seputar senjata impor Stand Alone Grenade Launcher. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komandan Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Murad Ismail menolak menjawab pertanyaan wartawan seputar senjata impor Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dan amunisi milik Kepolisian.

Alih-alih menjawab, Murad justru menepis sebanyai dua kali tangan wartawan yang mencoba menyodorkan alat perekam kepadanya.

"Senjata itu bukan konsumsi kalian, itu konsumsi negara. DPR aja enggak ngomongin senjata," kata Murad saat ditanya para wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/10).


Murad yang baru saja menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR kemudian beranjak pergi menuju mobilnya dan mengabaikan para wartawan yang masih berusaha mencoba bertanya soal senjata.

Polemik impor senjata dan amunisi Korps Brimbob Polri muncul setelah tertahannya kargo berisi senjata yang tiba dengan pesawat maskapai Ukraine Air Alliance, di Bandara Soekarno Hatta, pada Jumat (29/9) pukul 23.30 WIB.

Kargo itu berisi 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46mm dan amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm mencapai 5.932 butir.

TNI menilai, amunisi yang hendak digunakan Korps Brimob itu membahayakan sehingga perlu diteliti lebih mendalam.