"Saya berharap Kota Bekasi dipandang sebagai skala prioritas," kata Rahmat di Bekasi, Senin (16/10) seperti dikutip dari Antara.
Rahmat pun membeberkan tiga hal dalam hubungan Jakarta dan kota Bekasi yang masih harus dibenahi dan dikembangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota Bekasi, kata Rahmat, masih membutuhkan tambahan sarana transportasi yang nyaman dan tepat waktu bagi warganya ke Jakarta. Selain infrastruktur jalan, moda transportasi Transjakarta dan kereta listrik pun menjadi andalan warga Bekasi dalam mendukung pertumbuhan Jakarta sebagai tempat mencari nafkah.
Kawasan tersebut, kata dia, masih membutuhkan pembenahan fisik, khususnya dalam upaya penanggulangan kawasan banjir yang membutuhkan sodetan menuju Banjir Kanal Timur (BKT).
Commuter Line menjadi salah satu andalan warga kota Bekasi untuk beraktivitas di Jakarta tiap harinya. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto) |
Ikatan sebagai mitra kerja, kata Rahmat, pernah terjalin dengan baik saat kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ajok) dan Djarot Saiful Hidayat.
Kerja sama itu dibangun melalui dana kompensasi bau sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berjalan sejak 2016 dan 2017.
Pada 2017, Pemkot Bekasi memperoleh dana hibah dari DKI senilai total Rp316 miliar yang diperuntukkan bagi kebutuhan dana pemberdayaan masyarakat, perbaikan infrastruktur dan lainnya.
"Bantuan DKI buat proyek jembatan layang Rawapanjang dan Bojongmenteng hampir Rp200 miliar lebih tahun ini yang bersumber dari dana kompensasi sampah DKI," kata Rahmat.
[Gambas:Video CNN]
Commuter Line menjadi salah satu andalan warga kota Bekasi untuk beraktivitas di Jakarta tiap harinya. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)