Istilah ini diduga menjadi kode permintaan uang untuk melancarkan pembahasan dan pengesahan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015.
“KPK terus dalami apakah ada pertemuan dan komunikasi untuk menyukseskan pengesahan APBDP dan dugaan permintaan uang ‘pokir’ terkait hal itu,” ujar Febri melalui pesan singkat, Kamis (19/10).
Lihat juga:Ketua DPRD Malang Tersandung Dua Kasus Suap |
Untuk mendalami temuan itu, pihaknya telah memeriksa 11 anggota DPRD Kota Malang sebagai saksi bagi tersangka Arief.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK sebelumnya menetapkan Arief sebagai tersangka bersama Jarot Edy serta Komisaris PT ENK Hendarwan Maruszaman. Arief terjerat dua kasus dugaan suap.
Lihat juga:Wali Kota Malang Tak Tahu Suap ke Ketua DPRD |
Dalam kasus ini, penyidik KPK telah menggeledah sejumlah lokasi, mulai Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang, Kantor Wali Kota, hingga DPRD Malang.
Dari penggeledahan di sejumlah lokasi itu, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen, mulai dari APBD serta yang terkait dengan proyek di wilayah Kota Malang.