PVMBG Evaluasi Status Awas Gunung Agung

Dika Dania Kardi , CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 16:32 WIB
PVMBG Evaluasi Status Awas Gunung Agung Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Gede Suantika mengatakan evaluasi itu dilakukan akibat penurunan energi yang dikeluarkan Gunung Agung. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan mengevaluasi status awas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Gede Suantika mengatakan evaluasi itu dilakukan akibat penurunan energi yang dikeluarkan Gunung Agung.


Penentuan status gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu akan dibahas dalam rapat teknis PVMBG, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan instansi terkait lainnya. Sebelumnya Gunung Agung sudah ditetapkan berstatus awas sejak 22 September lalu.

"Kami harap sudah ada kesimpulan nanti sore berdasarkan tingkat aktivitasnya, mau tetap awas atau akan turun," kata Gede di Amlapura, Karangasem, Bali, Jumat (20/10) seperti dikutip Antara.

Terkait kondisi terkini, Gede menjelaskan, tingkat kegempaan hingga saat ini masih berfluktuasi dengan rata-rata gempa dalam mencapai 500-600 kali per hari, gempa dangkal 300 kali, dan tektonik lokal sebanyak 60 kali per hari di sekitar Gunung Agung. Selain itu juga beberapa kali gempa yang dirasakan dengan skala rata-rata di bawah 3,0 skala Richter.

Gede Suantika melanjutkan berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) tekanan magma saat ini berada pada kisaran 5-10 kilometer di bawah Gunung Agung. Sedangkan gempa, hingga saat ini belum ada migrasi atau perpindahan aktivitas yang persis berada di bawah Gunung Agung.


Untuk aktivitas gempa, Gede mengatakan berdasarkan pengamatan pihaknya berkisar di antara wilayah Tianyar ke arah barat daya tepatnya di antara Gunung Agung dan Gunung Abang.

Sementara itu berdasarkan data PVMBG dari Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang menyebutkan selama pemantauan pukul 00.00-06.00 Wita, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 meter di atas kawah puncak.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat gempa nonharmonik terjadi satu kali berdurasi 214 detik, vulkanik dangkal 39 kali, vulkanik dalam 72 kali, dan tektonik lokal sembilan kali.

Terkait situasi di Gunung Agung, Mabes Polri meluncurkan aplikasi peringatan dini kondisi.

Dalam peluncuran aplikasi itu di Karangasem, Asisten Operasi Mabes Polri Irjen M Iriawan mengatakan, "Jika ada erupsi, evakuasi akan lebih mudah karena masyarakat cepat tahu. Dalam pola operasi, ada kontijensi."

Cara kerja dari aplikasi itu, ketika ada erupsi maka operator di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang akan menekan tombol pada aplikasi khusus itu yang akan menimbulkan peringatan pada seluruh telepon seluler masyarakat yang sudah mengunduh dan mendaftar pada aplikasi tersebut.

Sebelumnya BNPB telah memasang enam sirine peringatan di enam titik di sekitar daerah rawan bencana, dengan tujuan para warga segera melakukan evakuasi apabila sewaktu-waktu gunungapi itu meletus.
PVMBG Evaluasi Status Awas Gunung Agung
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Status Awas Gunung Agung