Transjakarta Terapkan Rute Mengakali Kemacetan Pekan Depan

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Jumat, 20/10/2017 18:02 WIB
Transjakarta Terapkan Rute Mengakali Kemacetan Pekan Depan Enam rute baru TranJakarta yakni Ekspres dan Lintas bakal diterapkan Senin (23/10) demi menghindari kemacetan akibat sejumlah proyek infrastruktur di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyinggung inovasi dalam menghadapi kemacetan, PT Transportasi jakarta (Transjakarta) pun menyiapkan enam rute baru, mulai Senin (23/10).

"Senin depan akan dimulai enam jalur inovasi hasil temuan kami kemarin di Mampang. Bahwa, pembangunan (proyek infrastruktur) itu mengakibatkan kemacetan hingga 3 jam," kata Sandi, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (20/10).


Keberadaan enam rute didasarkan rapat antara Sandi dengan PT TransJakarta sebelumnya. Rapat itu sendiri digelar sebagai tindak lanjut instruksi Sandiaga kepada PT Transjakarta untuk mengakali kemacetan akibat imbas proyek infrastruktur jalan di beberapa titik.

"Senin kan kita ada kunjungan sidak (inspeksi mendadak) dari Gubernur dan Wakil Gubernur naik TransJakarta dan memang Pak Gubernur saat itu menuju ke Mampang dan macet luar biasa," imbuh Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono, di tempat yang sama.

Budi menyebut, enam rute itu terbagi atas Rute Ekspres (dari satu titik halte ke halte lain) dan Rute Lintas (melalui berbagai koridor) bus Transjakarta. Rute-rute itu diterapkan demi mengakali titik-titik pusat kemacetan tertentu. Misalnya, untuk menghindari perempatan Kuningan-Mampang dan Pancoran pihaknya menyediakan rute lintas Pulogadung-Harmoni (via koridor 10 dan 4), rute ekspres PGC-Tanjung Priok (via tol, pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan 16.00 WIB-20.00 WIB.) dan Tanjung Priok-PGC (via tol, 06.00-09.00 WIB).

Selain itu, ada Rute Lintas Cililitan-Dukuh Atas (via koridor 10 dan 4, Cililitan-Dukuh Atas melalui koridor 10 dan koridor 4, pukul 06.00 WIB-09.00 WIB), Rute Ekspres Kampung Rambutan-Kampung Melayu (via tol, pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB), dan Rute Lintas Monas-Ragunan (koridor 1-koridor 13, pukul 15.00 WIB-21.00 WIB).

"Ini untuk menghindari titik macet parah di Simpang Kuningan dan Mampang akibat proyek pembangunan terowongan di Mampang-Kuningan,” kata Budi.


Selain itu, untuk menghandari titik kemacetan akibat pembangunan di sekitar Matraman, pihak TransJakarta menyediakan Rute Ekspres Pulogadung-Harmoni. Rute ini melalui koridor 2, koridor 4, koridor 10, koridor 5, dan koridor 2. Layanan baru ini tersedia pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan 16.00 WIB-20.00 WIB.

Budi melanjutkan, dua jenis rute baru ini sementara akan dioperasikan pada jam sibuk saja. Namun, pihaknya akan melihat perkembangannya untuk penambahan jam operasi. Yang jelas, belum ada penambahan armada baru untuk melayani enam rute baru tersebut.

"Kedua layanan baru ini memungkinkan untuk dioperasikan sepanjang hari," kata dia.

Meski begitu, Budi mengakui pihaknya tidak bisa selalu bisa menjaga koridor busway bersih dari kendaraan lain. Sebab, masih ada pembangunan infrastruktur jalan di Ibukota yang juga memakan jalur tersebut. Hasilnya, bus TransJakarta bergabung dengan kendaraan lainnya dalam kemacetan.

"Karena dulu kan ada jalur BRT (Bus Rapid Transit). Sekarang jalur BRT hilang tinggal satu jalur. Berarti tinggal mix traffic. Kalau mix traffic ya kita enggak bisa lakukan," kata Budi.

Transjakarta Kreasikan Rute Ekspres Usai Disentil SandiProyek terowongan bawah tanah Mampang-Kuningan Jakarta, menjadi salah satu biang kemacetan di jalur protokol DKI Jakarta. .Proyek yang diperkirakan menelan biaya Rp 200 miliar ini ditargetkan selesai pada akhir 2017. (CNNIndonesia/Safir Makki)

Sandiaga Uno kepada PT TransJakarta untuk berinovasi demi mencari solusi kemacetan. Hal ini tak lepas dari prediksinya tentang penyelesaian pengerjaan enam proyek simpang tidak sebidang yang tidak akan selesai sesuai target. Sementara, proyek-proyek tersebut andil dalam kemacetan di Jakarta.

"Cari rute-rute yang TransJakarta bisa merekayasa jalurnya supaya tidak terlalu macet. Karena ini sekarang kan ada pembangunan enam proyek besar ini. Be innovative-lah, cari rekayasanya, sementara kasih kemudahan kepada warga," ujar dia, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (19/10).


Enam proyek simpang tidak sebidang yang dimaksud ialah proyek jalan layang atau flyover Stasiun Bintaro Permai, proyek flyover Stasiun Cipinang Lontar, proyek terowongan tau underpass Jalan RA Kartini, proyek underpass Mampang-Kuningan, proyek underpass Matraman-Salemba, dan proyek flyover Pancoran. Proyek-proyek yang dibangun sejak November 2016 ini ditargetkan rampung pada 15 Desember 2017.

Sandi melihat adanya keunggulan dalam hal penggunaan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi dalam menghadapi kemacetan ini. Terlebih, uji coba Anies-Sandi terhadap TransJakarta memperlihatkan pelayanan yang cukup baik.