"KBRI Washington DC telah mengirim nota diplomatik kepada Kemlu AS untuk mengklarifikasi kejadian kemarin malam. Pagi ini, Kemlu RI juga telah mengirim nota diplomatik kepada Kedubes AS di Jakarta untuk meminta keterangan lebih lanjut soal insiden ini," kata Arrmanatha melalui keterangan tertulis yang didapat CNNIndonesia.com pada Minggu (22/10).
Lihat juga:Bandingkan Fakta, TNI Didesak Buka Arsip '65 |
Kabar penolakan ini sebelumnya telah disampaikan Emirates, maskapai penerbangan yang sedianya akan membawa Gatot bersama Istrinya ke Amerika Serikat. Gatot seharusnya menumpang pesawat Emirates EK 0357 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan yang didapat, Gatot bersama sejumlah delegasi asal Indonesia rencanya bertolak ke Washington pada 21 Oktober sekitar pukul 17.00 WIB. Sejumlah administrasi dan kelengkapan visa pun dilaporkan telah dipenuhi Gatot bersama sejumlah delegasi Indonesia lainnya.
Namun, beberapa saat sebelum keberangkatan, Badan perlindungan perbatasan dan bea cukai AS mengeluarkan pemberitahuan bahwa Gatot dan istrinya tidak diperkenankan memasuki wilayah AS.
Atas kejadian itu, Gatot telah melapor kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Menko Polhukam Wiranto. Dia juga dikabarkan telah mengirim surat kepada Joseph F Durford, Jr.
Lebih lanjut, Arrmanatha mengatakan, Menlu Retno juga telah berbicara dengan Duta Besar AS untuk segera memberikan klarifikasi.
"Mengigat Dubes AS sedang tidak berada di Jakarta, wakil Dubes AS akan kami panggil besok ke Kemlu RI demi memberikan keterangan," kata Arrmanatha.
CNNIndonesia berusaha menghubungi Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto untuk mengonfirmasi kejadian tersebut, namun yang bersangkutan belum bersedia menjawab. Puspen TNI dijadwalkan akan menggelar konferensi pers untuk menyikapi hal ini pada pukul 17.00 WIB.