Untuk memperbaiki kondisi tersebut, ia mengungkapkan penggunaan aplikasi agar bisa memberikan akses pendidikan yang merata di seluruh daerah.
"Perubahan akan nampak kalau kita berani menggunakan aplikasi-aplikasi sistem yg memudahkan anak-anak untuk belanja, senang kalau anak-anak tidak hanya belajar di ruangan saja," ungkap Jokowi di tengah dialog dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda di Halaman Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Jokowi menegaskan pendidikan seharusnya bukan lagi menjadi sebuah rutinitas. Anak-anak bisa didorong untuk dihadapkan pada masalah dan tantangan sesuai dengan level masing-masing.
"Misalnya, kenapa anal SD tidak dibawah ke bank untuk mengenal sistem keuangan, atau ke pabrik garmen untuk melihat proses kerja," jelasnya.
Dengan cara itu, Jokowi menerangkan keterbatasan pendidikan bisa diatasi.