"Jadi itu nanti akan jadi satu baris, bukan hanya Kampung Akuarium, dengan kampung-kampung, termasuk (kampung Nelayan) Sunda Kelapa, satu konsep pengembangan," katanya, usai acara Temu Karya Sukarelawan PMI DKI Jakarta di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (2/11).
Namun demikian, ia belum mau berbicara soal konsep pembangunan Wisata Bahari di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. "Ada konsepnya (Kampung Bahari). Saya enggak cerita konsep sekarang, aksinya saja," aku Anies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Jadi, konsepnya akan berbeda dengan sebelumnya. Jumat besok kita akan ketemu lagi dan minggu depan kita rencanakan, kita punya rencana. Tapi saya enggak mau cerita rencana dulu deh," kata Anies Baswedan.
April 2016 lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menertibkan bangunan ilegal di Kampung Akuarium karena dinilai menempati lahan yang diklaim milik Pemprov DKI.
Pada Mei 2017 lalu, tercatat telah ada sekitar 130 bangunan luar yang didirikan warga di atas puing-puing gusuran. Bangunan mirip bedeng itu rata-rata terbuat dari tripleks seadanya dengan ditutup atap terpal, yang ketika hujan besar menerjang, bisa langsung mengalami kebocoran.
Dengan kondisi tempat tinggal yang tidak sehat ini, Anies menyebut banyak warga yang kondisi kesehatannya memburuk.
Anies pun mendorong pembangunan shelter atau tempat perlindungan sementara bagi para warga Kampung Akuarium yang masih bertahan direruntuhan di kawasan itu. Namun, ia tidak menjawab dengan pasti soal perizinan pembangunan shelter tersebut.
"Kita tata ulang wilayah itu. Akan ada penataan ulang yang melibatkan dinas terkait, dengan hukumnya, terkait tata kotanya, kita akan tata ulang di situ," kata Anies Baswedan.