Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Jasad Terbungkus Plastik

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 09:50 WIB
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Jasad Terbungkus Plastik Ilustrasi jenazah. (Thinkstock/Fergregory)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menangkap B, pria yang yang diduga membunuh Imam Maulana yang jasadnya dibuang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, dengan dibungkus plastik. Dugaan sementara, BH membunuh Imam lantaran cemburu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, BH ditangkap petugas Polres Jakarta Timur, Rabu (15/11) dini hari. Pria 36 tahun itu ditangkap di Ruko Citra Garden, Cibubur, Jakarta Timur, di tempat jasa cuci pakaian.

“Diduga Pelaku dan korban memiliki hubungan spesial,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya.
BH diduga cemburut karena Imam sedang dekat dengan seorang wanita di Bandung. Gelap mata, BH membunuh Imam dan membuang mayatnya di Kampung Rambutan.

“Korban diletakkan di samping toilet Terminal Kampung Rambutan,” kata Argo.

Kepala Subdirektortat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan mengatakan, B diduga membunuh Imam pada hari Minggu (12/11) lalu.

B membunuh dengan cara membenturkan kepala Imam ke lantai di gerai jasa laundry tempatnya bekerja itu.
“Setelah korban meninggal, pelaku membungkus dengan plastik laundry, plastik tebal dan karpet, selanjutnya diikat dengan tali jemuran,” kata Handy.

Pelaku selanjutnya menyimpan mayat korban disudut bagian tengah ruangan, ditutupi dengan pakaian milik pelanggan yang akan dicuci.

“Hari Selasa (15/11) pukul 2.00 WIB, pelaku membuang mayat di toilet Terminal Kampung Rambutan,"ujarnya.

Jasad Imam ditemukan kemarin sore dan sempat menghebohkan terminal antarkota antarprovinsi itu. Saat ditemukan, jasad Imam dalam kondisi terbungkus rapi dengan plastik dan diikat tali seperti barang bawaan penumpang. Bau menyengat juga sudah tercium. Di samping jenazah ditemukan sebilah pisau cutter.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral mengatakan, mayat tersebut berada di jalur bis Warga Baru jurusan Cikampek yang berada dekat dengan toilet umum.

"Ditemukan oleh pedagang lalu melaporkan dan koordinasi dengan pihak kepolisian," kata Emiral. (sur)