"Kita evaluasi kelemahannya di mana, dan juga kita nanti akan koordinasi dengan kepolisian," ujar Agus kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/11).
Tim KPK yang dipimpin penyidik senior Ambarita Damanik mendatangi rumah Setya Novanto yang berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kemarin malam. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk memanggil paksa sang tersangka dugaan korupsi e-KTP tersebut karena mangkir pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka keluar sambil membawa barang-barang sitaan. Setnov tak berhasil mereka bawa, karena disebutkan tak ada di rumah.
Penyidik membawa dua surat yakni surat penangkapan dan penggeledahan saat mendatangi rumah Setnov tadi malam.
"Semuanya [rumah] digeledah," kata Agus.
Adapun terkait barang-barang yang disita dari rumah sang Ketua DPR tersebut, Agus mengatakan pimpinan KPK belum melihatnya, dan akan melakukannya petang ini.
Pada Kamis dini hari tadi, kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan penyidik KPK membawa rekaman CCTV dari kediaman kliennya tersebut. Fredrich semalam berada di rumah KPK ketika tim lembaga antirasuah itu mendatangi rumah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Golkar tersebut.
Fredrich sendiri mengaku belum bisa menghubungi Setnov sejak Rabu (15/11) malam, dan tidak mengetahui keberadaan anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur itu.
[Gambas:Video CNN] (kid/asa)