Reuni Aksi Bela Islam 212, Polisi Kawal Pengamanan

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 07:00 WIB
Reuni Aksi Bela Islam 212, Polisi Kawal Pengamanan Forum Umat Islam (FUI) menggelar unjuk rasa bertajuk Aksi 212 di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (21/2). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengatakan pihaknya akan menyiapkan sebanyak 25 ribu personel untuk mengawal acara reuni Aksi Bela Islam 212 yang digelar 2 Desember mendatang.

Aksi 212 merupakan aksi demonstrasi yang digelar pada 2 Desember 2016 lalu mengusung tuntutan proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Aksi itu diikuti ratusan ribu orang dari berbagai daerah di Jakarta dan luar ibu kota. Massa menuntut proses hukum terhadap Ahok yang saat itu dituduh telah menista agama Islam menyusul pernyataannya dalam sebuah pidato di Kepulauan Seribu yang mengutip salah satu surat dalam Al Quran, Al Maidah ayat 51.


Saat ini Ahok mendekam dipenjara setelah divonis bersalah dalam kasus penistaan agama tersebut.


Pada 2 Desember mendatang, reuni Aksi 212 rencananya digelar di kompleks monumen nasional, sekaligus sebagai peringatan Hari Maulid Nabi.

"Saya bersama Pangdam telah menyiapkan pengamanan untuk tanggal 2 Desember tersebut. Saya menyiapkan kurang lebih 25 ribu pasukan dan itu terdiri dari Brimob dan satuan Polda Metro Jaya dan satuan Korbrimob, TNI dan beberapa kompi yang kami tarik dari Brimob Nusantara," kata Idham di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/11).

Idham menuturkan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan yang diajukan oleh pihak alumni 212. Namun dia belum dapat memastikan berapa banyak jumlah massa yang akan hadir di hari tersebut.


Dia pun mengimbau agar acara yang hendak dilaksanakan di Monas itu berpindah lokasi. Saran Idham, acara tersebut digelar di Masjid Istiqlal lantaran merupakan agenda keagamaan.

Idham melanjutkan, dari surat pemberitahuan yang diterima kepolisian, reuni Aksi 212 alam diawali dengan salat subuh bersama, dilanjutkan dengan peringatan Maulid Raya dan Milad 212.

"Mereka merencanakan akan melaksanakan milad dan Maulid Raya di sekitaran Monas, kami mengimbau komponen masyarakat yang akan melaksanakan milad ini untuk melaksanakannya di Masjid Istiqlal karena mereka rencananya akan melakukan gerakan salat subuh," ucapnya.

"Kami merencanakan kalau bisa mengajak rekan-rekan ini sudah lakukan saja di dalam Istiqlal supaya aman terkendali teman-teman Polri, TNI juga siap mengamankan dengan baik," imbuh Idham.


Hal lain yang disorot Idham adalah ketertiban aksi. Dia meminta seluruh elemen masyarakat dalam aksi tersebut untuk tertib dan mengikuti aturan yang berlaku sesuai dengan Undang-Undang.

"Siapa lagi yang jaga Jakarta kalau bukan kita warga Jakarta," tuturnya. (wis/gil)