Evaluasi Polisi Selama Empat Bulan Rekayasa Lalin Pancoran

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Sabtu, 25/11/2017 05:51 WIB
Rekayasa lalu lintas yang dilakukan di simpang Pancoran selama empat bulan ini diklaim kurangi kemacetan hingga 75 persen akibat pembangunan flyover. Rekayasa lalu lintas yang dilakukan di simpang Pancoran selama empat bulan ini diklaim kurangi kemacetan hingga 75 persen akibat pembangunan flyover. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah empat bulan ini melakukan rekayasa lalu pengalihan arus lalu lintas untuk memperlancar arus jalan di persimpangan Pancoran, Jakarta Selatan. Rekayasa lalin tersebut diklaim mampu mengurai kemacetan hingga 75 persen.

Selama empat bulan dilakukan pengalihan lalin tersebut, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Bambang Gunawan mengklaim telah berhasil mengurai kemacetan hingga 75 persen. Dia menilai, pengalihan arus lalin tersebut dapat memberikan hasil yang signifikan.

"Arus lalin yang datangnya dari timur dapat dikurangi antreannya mendekati TL Pancoran yang sebelumnya antrian kendaraan sampai depan Kantor Korlantas," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (24/11).



Rekayasa lalu lintas, katanya, terus dilakukan hingga pembangunan flyover di simpang Pancoran selesai.

"Pengalihan arus lalu lintas yang dilaksanakan di Traffic Light Pancoran saat pagi hari dari jam 06.00-09.00 WIB,"

Bambang mengatakan, untuk arus lalin yang datang dari arah Barat seperti kawasan Kuningan atau depan Gedung Bidakara akan dibelokkan ke kiri atas Jalan Supomo Saharjo.

Sementara itu untuk kendaraan yang keluar dari Tol Pancoran akan diarahkan ke Jalan Supomo Saharjo.

"Tujuannya untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang datang ke arah timur Cawang dan juga dari arah Selatan Kalibata yang akan melintas di traffic light Pancoran," tuturnya.

Sementara itu, terkait pemasangan bagian jalan LRT Cawang Dukuh Atas berupa u-shape girder dan pier head, lalu lintas dari Simpang Cawang hingga Simpang Pancoran pada Sabtu (25/11) malam ini akan ditutup.

Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP Miyanto mengatakan penutupan itu dilakukan pada Sabtu (25/11) pukul 23.00 WIB hingga Minggu (26/11) pukul 05.00 WIB.

Miyanto menjelaskan, penutupan jalur tersebut dilakukan demi menghindari potensi bahaya pemasangan alat-alat itu terhadap pengguna lalu lintas.

Ia merinci penutupan jalur itu akan dilakukan mulai dari Jalan MT Haryono sisi selatan dari arah Timur ke Barat atau mulai dari Simpang Cawang Kompor hingga Simpang Pancoran. Penutupan jalur itu hanya akan berlangsung selama enam jam.

"Karena itu memang harus segera dipasang, kalau tidak segera dipasang kapan jadinya (LRT)? Biar tidak macet terus kalau sudah dipasang. Nanti pembangunan itu sudah selesai kan bisa digunakan," tuturnya.


Miyanto menilai, penutupan jalur itu tidak akan membuat kemacetan. "Kalau sudah jam 23.00 WIB, analisa saya, saya pikir tidak terlalu berat. Kami arahkan (arus lalu lintas) ke Kalibata atau arah non tol," tuturnya.

Adapun rekayasa arus lalin yang akan dilakukan dari Cililitan dan Halim, Kampung Melayu dan Halim yang akan menuju Pancoran akan dialihkan melalui Jalan Otto Iskandardinata - Jalan KH Abdullah Syafei - Jalan Soepomo atau melalui Jalan Dewi Sartika - Jalan Kalibata - Jalan Pasar Minggu.

Selain itu, Miyanto mengatakan, untuk Gate Tol Cawang dan Exit Tol Bukopin tidak dapat digunakan selama pekerjaan pemasangan U-Shape Grider.

Untuk angkutan dini hari rute Transjakarta Koridor 9 Pinang Ranti - Pluit juga akan mengalami perubahan rute. Bus Transjakarta di Simpang Cawang akan dialihkan belok kiri Jalan Dewi - Jalan Kalibata - Jalan Pasar Minggu untuk kemudian transit di Halte Transjakarta Pancoran Barat.

Sementara itu untuk Halte Transjakarta Cawang Ciliwung, Stasiun Cawang Cikoko, Tebet BUMD, dan Halte Transjakarta Tugu Pancoran tidak dapat melayani angkutan penumpang naik-turun selama pengangkatan u-shape itu. (kid/kid)