Aksi Tuntut Pembebasan Papua di Jakarta Berakhir Damai

Dhio Faiz , CNN Indonesia | Jumat, 01/12/2017 11:06 WIB
Aksi Tuntut Pembebasan Papua di Jakarta Berakhir Damai Aksi Pembebasan Papua di dekat Kantor LBH Jakarta, Jumat (1/12), berakhir tanpa menimbulkan insiden antara pedemo dengan aparat kepolisian. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi demonstrasi yang digelar oleh ratusan pemuda dan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) di Jakarta, Jumat (1/12), sejak pagi tadi berakhir dengan damai.

Massa melakukan aksi mulai pukul 6.30 WIB.

Mereka awalnya akan melakukan aksi jalan kaki dari Kantor LBH Jakarta menuju kantor PT Freeport Indonesia di Jakarta, namun baru berjalan sekitar 20 meter, massa dihadang oleh ratusan aparat kepolisian dengan peralatan lengkap.

Aparat kepolisian yang dipimpin Kombes Pol Suyudi AS memerintahkan massa untuk membubarkan diri.

Tim advokasi dari LBH Jakarta lantas meminta kepada aparat untuk tidak membubarkan massa, dengan jaminan aksi kali ini berjalan damai.

Pihak kepolisian memberikan batas waktu pada rombongan aksi untuk melakukan aksi di depan Halte Megaria sampai pukul 11.00 WIB.

Massa yang didampingi tim advokasi aksi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta ini akhirnya melakukan aksi damai di depan Halte Megaria.

Mereka menyampaikan orasi-orasi politik tentang pembebasan Papua dalam lingkaran penjagaan ketat kepolisian.

Dalam aksi ini, mereka mengajukan enam pernyataan sikap. Pertama, massa aksi menuntut penutupan Freeport dan pemberian hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

Lalu mereka juga meminta dukungan untuk Gerakan Pembebasan Papua (LMUWP) bergabung dengan Melanesia Sparhead Group, Pasific Island Forum, dan PBB.

Mereka juga menuntut Pemerintah Indonesia untuk menarik kekuatan militer dari Papua. Selain itu, menuntut penegakan kebebasan berekspresi dan berkumpul di Papua.

Terakhir, massa aksi meminta dukungan rakyat Indonesia untuk mendukung perjuangan Papua dalam menentukan nasibnya sendiri.

Setelah membacakan pernyataan sikap tersebut dan memberikan bunga kepada aparat polisi sebagai simbol perdamaian, massa mulai membubarkan diri.

Mereka membersihkan sampah bekas aksi lalu berjalan ke Kantor LBH Jakarta.