Demikian pandangan Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani terhadap pencalonan Hadi sebagai Panglima TNI. Muzani mengatakan, fraksi Gerindra akan mendalami lagi sosok Hadi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR.
"Sebagai KSAU, beliau (Hadi) belum terlalu lama jabatannya di situ. Menurut saya tidak ada prestasi yang luar biasa dan ide-ide yang luar biasa," ujar Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani menuturkan, Panglima TNI merupakan jabatan yang sangat strategis. Sosok yang mengisi posisi itu harus mampu mengendalikan seluruh pasukan bersenjata untuk kepentingan negara.
"Presiden adalah panglima tertinggi yang bisa menunjuk siapa saja menjadi Panglima dan Kepala Staf," ujarnya.
Di sisi lain, Muzani enggan berkomentar soal motif politik di balik langkah Jokowi menunjuk Hadi. Ia berkata, Gerindra hanya berusaha mendapat kepastian dari Hadi dalam menjaga netralitas TNI ke depan.
"Buat kami siapa pun yang ditunjuk tidak ada masalah. Itu hak presiden. Apakah itu orang yang sangat dekat atau orang yang sangat jauh. Karena pada akhirnya loyalitas kepada negara," ujar Hadi.
Lebih lanjut, Muzani menegaskan, Gerindra menegaskan tidak berencana menawarkan nama pengganti Hadi jika ditolak.
"Tidak ada," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (ugo/djm)