Sembilan Penyakit yang Bisa Dicegah Lewat Imunisasi

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Rabu, 02/08/2017 07:52 WIB
Sembilan Penyakit yang Bisa Dicegah Lewat Imunisasi Imunisasi umumnya dilakukan saat anak masih bayi. (Dok. HelloSehat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan memang meminta setiap anak mendapatkan imunisasi, salah satunya adalah imunisasi Measless Rubella untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Presiden RI Joko Widodo pun turut mencanangkan imunisasi Measless Rubella pada Selasa (1/8).

Pernyataan Jokowi diterima dari keterangan pers dari Kementerian Kesehatan. Dia hadir dalam acara Pencanangan Imunisasi MR di MTsN 10 Yogyakarta, Selasa (1/8).

"Mulai hari ini kita akan memberikan perlindungan kepada satu penyakit lagi, yaitu Rubella, sehingga anak-anak kita akan terlindungi dari sembilan penyakit," ujar Jokowi.

Jokowi mengklaim, Indonesia telah berhasil mewujudkan masyarakat yang bebas dari penyakit cacar, polio dan tetanus di masa lalu. Maka itu dia berharap supaya pemerintah mampu membebaskan rakyat dari penyakit lainnya di masa mendatang.

Imunisasi, kata Jokowi, dapat memberikan perlindungan dari sejumlah penyakit yang dapat menyerang anak-anak.

Melalui imunisasi, berikut sembilan penyakit yang diklaim bisa dicegah:



1. Tuberkulosis (TBC)

Penyakit yang menyerang paru-paru ini disebut juga dengan tuberkulosis atau dikenal TBC yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data dari World Health Organization tahun 2015, Indonesia masuk dalam enam negara yang memiliki kasus TB terbanyak.

Salah satu cara untuk mencegah TB adalah dngan memberikan imunisasi BCG. Pemberian imunisasi itu hanya satu kali pada anak usia di bawah dua bulan. Biasanya, suntikan tersebut dilakukan di lengan kanan atas atau paha.

2. Campak

Salah satu imunisasi yang dapat diberikan pada anak adalah imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Biasanya imunisasi ini diberikan dua kali yaitu saat anak berusia sembilan bulan dan enam tahun.

Dosis yang diberikan pada imunisasi ini sekitar 0,5 mililiter. Namun, jangan heran jika seorang anak akan mengalami demam usai diberikan suntikan tersebut. Hal itu memang biasa terjadi karena reaksi obat yang ditimbulkan.



3. Campak Rubella

Saat ini mungkin banyak masyarakat yang masih merasa bingung dengan imunisasi campak dan imunisassi Measles Rubella (MR) untuk melindungi anak-anak dari campak Jerman. Apakah pemberian imunisasi terkait campak itu akan berlebihan jika dilakukan dua kali?

Vaksin MR memang diberikan kepada anak-anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun. Pemberian vaksin tersebut tidak akan berpengaruh pada anak meskipun sudah menerima vaksin campak sebelumnya.

4. Difteri

Penyakit difteri merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang selaput lendir di hidung dan tenggorokan. Meski terlihat sepele tetapi penyakit ini justru berpotensi mengancam kelangsungan hidup seseorang.

Untuk pencegahan penyakit tersebut seseorang harus menerima imunisasi DPT. Pemberian imunisasi ini dilakukan sebanyak lima kali sejak anak berusia dua bulan hingga enam tahun. Seorang anak akan disuntik pada usia dua bulan, empat bulan, enam bulan, antara 18-24 bulan dan terakhir lima tahun.

Imunisasi itu memang memberikan efek samping seperti demam ringan, bengkak di bagian suntikan, kulit yang memerah dan sakit di sekitar suntikan, lelah dan rewel.



5. Batuk rejan

Batuk rejan atau biasa disebut dengan pertusis merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan batuk parah. Anak di bawah satu tahun yang terserang penyakit tersebut disebut dapat mengalami pneumonia, kerusakan otak, kejang bahkan kematian.

Sama halnya dengan difteri, anak harus mendapatkan imunisasi DPT. Lima kali suntikan yang diberikan pada anak sudah merambah pada pencegahan batuk rejan.

6. Tetanus

Sama seperti difteri dan batuk rejan, pencegahan penyakit tetanus dilakukan dengan memberikan imunisasi DPT.

Tetanus memang disebabkan oleh bakteri dan biasanya menyebabkan kelumpuhan, kejang serta kekakuan pada otot. Meski demikian, tetanus bukan termasuk penyakit menular.

7. Polio

Penyakit yang satu ini memang paling sering didengar oleh masyarakat ketika hendak melakukan imunisasi. Polio termasuk sebagai salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan.

Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan imunisasi polio pada usia di bawah lima tahun. Biasanya imunisasi tersebut dilakukan secara tetes atau oral (OPV) dan suntik (IPV).

IPV diberikan sebanyak empat kali kepada anak yang berusia dua bulan, empat bulan, enam bulan hingga 18 bulan dilanjutkan dengan dosis penguat saat usia empat hingga enam tahun. Sementara itu OPV diberikan pada anak usia 0-59 bulan.

Imunisasi diberikan untuk meningkatkan imun tubuh terhadap penyakitImunisasi diberikan untuk meningkatkan imun tubuh terhadap penyakit (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)

8. Hepatitis B

Pemberian vaksin hepatitis B ditujukan untuk menangkal infeksi organ hati karena virus hepatitis B. Hal tersebut menjadi penting karena infeksi hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis.

Vaksin diberikan sebanyak tiga sampai empat kali suntik dalam waktu enam bulan. Dosis pertama diberikan saat bayi baru dilahirkan, dosis kedua pada usia satu sampai dua bulan, dan dosis terakhir pada usia enam sampai 18 bulan.

9. Hemofilus influenzae

Penyakit ini biasa disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae tipe b dan dapat menyebabkan cacat seumur hidup hingga kematian.

Seorang anak harus mendapatkan vaksin Hib sebagai upaya pencegahan penyakit tersebut. Biasanya ada empat dosis yang diberikan yaitu dosis pertama pada usia dua bulan, dosis kedua usia empat bulan, pada usia enam bulan diberikan satu dosis dan terakhir pada usia 12 sampai 15 bulan.