Aksi itu ditujukan untuk menentang keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Salah satu koordinator aksi masa mengatakan, Indonesia menolak pernyataan Trump danenyatakan Yerusalem adalah ibu kota Palestina.
“Mengecam keras pernyataan (Trump) tersebut karena Yerusalem bukan ibu kota Israel melainkan Palestina yang telah kita akui kedaulatannya,” ujar koordinator aksi massa dari atas mobil komando, Jumat (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NU mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengesahkan keanggotaan Palestina menjadi anggota resmi PBB. Massa NU juga meminta PBB segera memberikan sanksi kepada Israel baik secara ekonomi maupun politik.
Sementara itu, kondisi jalan di kawasan Medan Merdeka Selatan masih terpantau lancar. Kendaraan bermotor hingga bus Transjakarta masih bisa melintas menuju arah Gambir maupun sebaliknya.
Dalam tuntutannya, massa menyatakan bahwa pernyataan Trump yang meminta pemindahan kantor Kedubes AS di Tel Aviv ke Yerusalem dan pengakuan Yerusalem ibu kota Israel adalah zalim. Menurut massa, Yerusalem masih berada di bawah perlindungan hukum internasional dan bukan berada di bawah Israel. (pmg/gil)