Anies: Banjir Jakarta karena Proyek MRT-LRT Hambat Aliran Air

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 12/12/2017 09:53 WIB
Anies: Banjir Jakarta karena Proyek MRT-LRT Hambat Aliran Air Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengakui, kerusakan yang terjadi di beberapa rumah pompa turut mendukung genangan air meninggi di Ibu Kota. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut pembangunan proyek infrastruktur yang berada di ruas jalan protokol telah menghambat aliran air di beberapa kawasan.

Terhambatnya aliran ini pun mengakibatkan munculnya genangan air yang cukup tinggi di daerah Selatan, seperti di Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Rasuna Said dan beberapa titik lainnya saat hujan lebat mengguyur Jakarta sejak siang hari kemarin.

“Di beberapa daerah di Selatan, terjadi genangan air yang cukup tinggi. Saya sudah cek langsung, dan memang sebagian dari tali air di sana terhambat oleh proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT dan beberapa pembangunan lainnya,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/12).

Akibatnya kata Anies, aktivitas warga yang memang perlu melintas di sekitar ruas jalan protokol itu pun jadi terhambat. Hujan yang terjadi sejak siang hari hingga menjelang malam kemarin cukup menggegerkan Jakarta.

Puncaknya, genangan air cukup tinggi bahkan mencapai lutut orang dewasa menggenangi jalanan Rasuna Said. Selain itu, Bundaran HI pun sempat terendam air dan kelumpuhan lalu lintas kendaraan pun sempat terjadi beberapa saat.

Diketahui, di kawasan Rasuna Said memang sedang ada proyek pembangunan Light Rapid Transit (LRT), serta pembanguan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Gatot Subroto. Kedua daerah ini merupakan ruas jalur protokol yang bisa dibilang mengalami genangan cukup parah saat hujan mengguyur Jakarta kemarin.

Anies pun mengaku, pihak Pemprov sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan pelaku pembangunan tersebut untuk memperhatikan tali air agar tak ada yang tersumbat meskipun proyek sedang berjalan.

Sayangnya, Anies tak memungkiri hal ini justru tak terlalu digubris sehingga berakibat cukup fatal saat hujan lebat mengguyur Jakarta.

Untuk itu, Anies pun akan segera memanggil seluruh jajaran proyek dan jajaran SKPD untuk memberikan instruksi dengan tegas terkait hal itu. Anies mengaku akan meminta seluruh pihak terkait untuk segera membuka saluran-saluran air yang tersumbat itu agar saat hujan turun tak lagi terjadi genangan.

“Kita akan panggil semua jajaran yang terlibat hari ini, akan berikan instruksi dengan tegas, karena apa, ini masyarakat yang dirugikan. Proyek memang harus berjalan tapi warga juga tidak boleh disengsarakan,” kata dia.

Pompa Air tak Berjalan

Tak hanya proyek yang menjadi akibat genangan air cukup tinggi di Jakarta kemarin saat diguyur hujan lebat. Diakui Anies, kerusakan yang terjadi di beberapa rumah pompa turut mendukung genangan air meninggi di Ibu Kota.

Jakarta, diakui Anies, memiliki sedikitnya 145 rumah pompa, 152 pompa stasioner, dan 150 pompa mobile atau bergerak. Namun beberapa pompa disebut Anies justru tidak berfungsi, akibatnya air yang sebarusnya mengalir justru menggenang di beberap titik.

“Nah ini yang kemarin tidak jalan itu satu yang di Dukuh Atas, makanya perlu waktu sekitar satu jam lebih agar air surut. Pompa tidak jalan sebagian makanya aliran air terhambat,” kata dia.

Secepatnya, Anies pun meminta pihak terkait untuk segera membetulkan pompa yang tidak berjalan itu.

“Saya langsung instruksikan satu pompanya itu harus jalan. Karena dari cuma dua yang jalan, dan satu lagi enggak berfungsi, jadi perlu waktu lama air surut,” kata dia.

(djm/djm)