Pascagempa, Presiden Jokowi Apresiasi Tanggap Bencana Warga

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 16/12/2017 19:49 WIB
Pascagempa, Presiden Jokowi Apresiasi Tanggap Bencana Warga Presiden RI Joko Widodo mengaku dirinya memantau situasi pascagempa di selatan Jawa pada Jumat (15/12) malam lalu hingga pukul 03.00 WIB. (Dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi tanggap bencana masyarakat pascagempa di selatan Jawa semalam.

Masyarakat, kata Jokowi, sudah sadar saat ada pemberitahuan seperti peringatan dini tsunami dari otoritas untuk segera mengungsi.

"Tadi malam saya mengikuti sampai jam 3 (pagi), masyarakat merespon langsung peringatan yang diberikan mengenai kemungkinan adanya tsunami dan mengevakuasi mandiri yang diarahkan oleh aparat-aparat kita dengan membunyikan peringatan-peringatan. Saya kira ini sebuah hal yang sangat baik dan alhamdulilah sudah tidak terjadi apa-apa," ujar Jokowi usai menghadiri Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di Yogyakarta, Sabtu (16/12) seperti dikutip dari Antara.


"Peristiwa tadi malam menunjukkan peringatan dan evakuasi mandiri suatu yang bagus karena negara kita memang dikelilingi oleh titik gempa," imbuhnya.


Tak hanya itu mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu pun mengaku dirinya terus memantau dampak dan penanganan gempa berkekuatan 6,9 skala richter.

"Saya telah terus memantau penangannnya di lapangan, sekali lagi saya terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap gempa terutama yang berada di tengah laut karena itu bisa menimbulkan tsunami," ujar Jokowi

Akibat gempa yang berpusat 11 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat itu, hingga petang tadi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata ada tiga korban jiwa. Dua orang yang meninggal adalah Dede Lutfi (63) warga Desa Gunungsahari, Kabupaten Ciamis dan Aminah (80) warga Sugihwaras Pekalongan karena tertimbun tembok yang roboh akibat gempa.

"Saya sudah mendapatkan laporan baik dari BMKG maupun BNPB mengenai gempa tadi malam, 6,9 skala richter dan mengguncang wilayah baik di Banten, Jawa Barat, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, sebagian Jawa Tengah," ujar Jokowi.

Soal gempa, Jokowi menilai masyarakat Indonesia sudah cerdas dalam menanggapinya.

"Dan saya sangat senang tadi malam saya mengikuti sampai jam 3, masyarakat merespon langsung peringatan yang diberikan mengenai kemungkinan adanya tsunami dan mengevakuasi mandiri yang diarahkan oleh aparat-aparat kita dengan membunyikan peringatan-peringatan. Saya kira ini sebuah hal yang sangat baik dan alhamdulilah sudah tidak terjadi apa-apa," ungkap Jokowi.

"Peristiwa tadi malam menunjukkan peringatan dan evakuasi mandiri suatu yang bagus karena negara kita memang dikelilingi oleh titik gempa," imbuhnya.

Pascagempa, Presiden Jokowi Apresiasi Tanggap Bencana Warga


Pada hari yang sama, di Jakarta, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan daerah yang terdampak gempa dan mengalami kerusakan di antaranya Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Pekalongan, Banyumas, Brebes, dan Banjarnegara.

Gempa disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa.

Pusat gempa itu berada di kedalaman 107 kilometer. Gempa bumi itu berpotensi tsunami di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, namun peringatan dini tsunami sudah dicabut pada Sabtu (16/12) pukul 02.00 WIB.

Hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 02.14 WIB telah terjadi tiga kali gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,2, 3,4 dan 3,2 SR.

[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)