Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis Terdampak Gempa Paling Parah

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Sabtu, 16/12/2017 09:44 WIB
Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis Terdampak Gempa Paling Parah BNPB menyatakan bahwa Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis adalah wilayah yang terkena dampak gempa paling parah pada Jumat (15/12). (Anadolu Agency/Moch Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi 6,9 skala Richter yang mengguncang selatan Jawa pada Jumat (15/12) menewaskan dua orang dan merusak ratusan bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis jadi wilayah yang terkena dampak gempa paling parah.

"Mengingat pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers, Sabtu (16/12).

Sementara itu, daerah yang terkena dampak gempa merusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.
Kepala BNPB Ciamis, Dicky Erwin, mengatakan bahwa dampak gempa di daerah tersebut ada di 30 titik di 8 kecamatan. Dicky mengatakan, ada puluhan rumah yang mengalami kerusakan berat dan sedang.


Sutopo memaparkan, dampak gempa di wilayah Jawa Barat secara keseluruhan mencakup 1 orang tewas, 6 orang terluka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan.

Dampak gempa juga mencapai Jawa Tengah, di mana 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang.
Beberapa rumah sakit juga mengalami kerusakan sehingga pasien harus dievakuasi, salah satunya RSUD Banyumas yang mengalami plafon ambrol, tembok retak, dan instalasi pipa gas oksigen bocor.

"Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong," kata Sutopo.

Sutopo mengatakan, kini situasi sudah berangsur normal dan masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa.
Meski demikian, Sutopo tetap mengingatkan warga agar selalu siaga karena gempa bumi dapat terjadi setiap saat di daerah-daerah yang rawan.

"Saat terjadi gempa segera keluar dari rumah dan bangunan, dan berlindung di tempat yang aman," katanya. (has/has)