"Ya saya kira (aksi 1712) baik-baik saja. Semua yang berkaitan dengan dukungan terhadap Palestina, saya kira sudah menjadi concern, sudah menjadi komitmen negara kita, rakyat kita untuk terus berpihak kepada Palestina," kata Jokowi dikutip dari Antara, Sabtu (16/12).
Sepertyi diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), akan menggelar Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas) pada Minggu (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden juga menyatakan sudah menyampaikan enam usulan Indonesia dalam KTT luar biasa OKI.
Enam usulan tersebut adalah pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral AS dan "solusi dua negara" adalah satu-satunya solusi dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
Kedua, Presiden mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel untuk tidak mengikuti keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.
Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina, untuk segera melakukannya.
Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik.
Kelima, anggota OKI harus mengambil langkah bersama meningkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatkan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina.
Keenam, OKI menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina, termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.
Aksi bela Palestina akan diawali dengan kegiatan shalat subuh bersama di Monas. Setelah itu akan dilanjutkan dengan orasi menentang penjajahan Palestina, nahsyid, pembacaan puisi serta doa dan zikir bersama hingga selesai pukul 12.00 WIB.
Perhelatan ini merupakan bentuk penolakan masyarakat Indonesia terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (gir)