Jikapun ada kredit macet, hal itu terjadi akibat insiden tak terduga atau bukan kesengajaan.
“Pengusaha kecil itu tidak ada yang ngemplang. Kalau (kredit) macet biasanya karena memang ada kendala. Misal, ada yang sakit atau kecelakaan,” kata Sandi, di kawasan Koja, Jakarta Utara, Rabu (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau yang pengusaha kecil tidak. Yang suka ngemplang itu pengusaha besar. Teman-teman saya itu yang jago ngemplang, pengusaha-pengusaha besar,” aku Sandi, yang juga merupakan pengusaha, sebelum menginjak dunia politik bersama Partai Gerindra.
“Kami juga sediakannya pakai sistem B to B (business to business) dong. Pemprov memfasilitasi, nanti ada perbankan yang berikan pinjaman modal. Tak ada, yah, istilah kerugian karena (kredit) macet. Pengusahanya juga tak akan ada yang ngemplang,” jamin Sandi.
“Prioritas Bank DKI (yang bergabung) tapi yang paling penting adalah sasaran kita saat ini untuk membuka peluang usaha, lapangan kerja bukan soal modalnya dari mana,” tutup Sandi. (kid/arh)