Dedi mencontohkan salah satunya kebijakan 'One Day No Rice' atau program 'sehari tanpa makan nasi' yang pernah dicanangkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.
Menurut Dedi, program yang dilakukan tiap Selasa di Depok itu sia-sia dan tak cocok dengan kultur masyarakat Indonesia, khususnya warga Depok yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Dedi, program itu seharusnya diwajibkan untuk para profesional dan pejabat publik dengan tujuan agar tak mudah mengantuk saat bertugas.
Tak hanya di Depok, di Purwakarta hampir ditemukan hal yang sama. Dedi bercerita pada suatu waktu, Satuan Polisi Pamong Praja di kabupaten yang dia pimpin itu pernah meminta izin kepadanya untuk studi banding ke Singapura.
Akan tetapi, Dedi tak mengizinkan karena dinilai tak realistis Satpol PP untuk belajar ke Singapura.
Dedi berharap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus terlebih dulu dikaji dan diteliti secara mendalam.
"Riset penting untuk dilakukan karena bisa berdampak pada masyarakat dan harus sinkron dengan apa yang dituju dan apa yang akan dicapai," ujar dia. (osc/djm)