Dedi Mulyadi Tak Takut Jadi Target Isu SARA di Pilgub Jabar

Ramadhan Rizki , CNN Indonesia | Jumat, 22/12/2017 06:59 WIB
Dedi Mulyadi Tak Takut Jadi Target Isu SARA di Pilgub Jabar Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi memprediksi isu SARA akan tetap digunakan pada Pilgub Jabar 2018. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meyakini isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) masih akan digunakan di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

"Kalau namanya politik, selama kepentingannya ada, pasti itu dibawa isu SARA," kata Dedi saat mengisi diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni UI di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (21/12).
Dedi mengaku sering menjadi sasaran isu SARA oleh lawan politiknya sejak awal pencalonannya sebagai Bupati Purwakarta di periode pertama hingga saat ini.

"Isu SARA itu biasa dalam politik, saya biasa menghadapi itu sejak saya mencalonkan bupati periode pertama itu sudah biasa menghadapi isu itu," ujarnya.

Dedi mengaku tidak merasa khawatir atas dampak fitnah berbau SARA terhadap dirinya. Ia mengaku memiliki strategi tersendiri ketika menghadapi serangan isu SARA yang menimpanya.

Baginya, isu SARA tak perlu dihadapi secara berlebihan hingga menimbulkan konfrontasi.

"Anggap saja kalau ada isu itu, kritik bagi kita. Enggak boleh ada konfrontasi perlawanan gitu. Pada akhirnya rakyat itu juga cerdas dalam memilih," ujarnya.

Meskipun begitu, Dedi menilai penggunaan isu SARA di Pilgub Jawa Barat tahun depan dirasa tak cukup efektif untuk mempengaruhi masyarakat Jawa Barat. Masyarakat menurutnya akan jenuh.

Dedi juga yakin bahwa warga Jabar memiliki pengetahuan politik yang baik untuk memilih pemimpin yang mereka inginkan serta punya sikap toleransi tinggi.

"Saking tolerannya orang jabar  membiarkan yang intoleran, saking tolerannya saking baiknya. Intoleransi juga sedikit banget di Jawa Barat, hanya beberapa titik dan itu pun masih bisa diajak bicara," katanya.
Dedi Mulyadi akan diusung oleh Partai Golkar di Pilkada Jabar. Namun sejauh ini belum diketahui siapa yang akan mendampingi Ketua DPD Golkar Jawa Barat ini. 

Dengan jumlah kursi 17, Golkar harus menggandeng partai lain untuk bisa mengusung pasangan calon. Beberapa partai lain didekati, termasuk PDIP yang punya mayoritas kursi (20 kursi) di DPRD Jawa Barat. (ugo)