Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menutup Jalan Jatibaru Raya yang berada di depan stasiun, sejak Jumat (22/12) pagi. Di salah satu jalur telah disediakan 400 tenda bagi para pedagang. Penutupan jalan itu untuk mengakomodasi PKL agar mereka tidak mengganggu pejalan kaki di trotoar.
Namun berdasarkan pantauan di lokasi, pada pukul 13.45 WIB para pedagang yang tak mendapatkan tenda, kembali menggelar lapak dagangannya di trotoar dekat pintu masuk stasiun. Mereka berdagang makanan, minuman hingga pakaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toni, pedagang air mineral, bersikukuh tetap menggelar barang dagangannya di trotoar depan stasiun karena belum mendapatkan lapak tenda gratis dari Pemprov DKI Jakarta.
Melihat situasi itu, pihak Satpol PP turun tangan menertibkan PKL di trotoar. Satpol PP mulai bergerak menertibkan dari Jalan Jatibaru Bengkel ke Jalan Jatibaru Raya pada pukul 14.30 WIB.
Ratusan tenda pedagang kaki lima berdiri di sepanjang jalur depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sempat terjadi perdebatan sengit antara PKL dengan petugas Satpol PP saat penertiban.
"Kami yang sebenarnya PKL di sini, harusnya kami dong yang dapat, (tapi) yang dapat di tenda itu mereka yang punya kios," ujar salah satu PKL yang enggan disebutkan namanya.
Situasi sempat terkendali, namun para PKL kembali berdagang di trotoar hingga sore hari.
Terkait pembangkangan para PKL yang masih berjualan di trotoar, Kepala seksi operasi Satpol PP Harry Apriyanto menjanjikan semua PKL di Tanah Abang diupayakan akan mendapat tenda lapak gratis dari pemerintah.
"Program penataan ini kan masih berkembang, baru sehari, semua akan tertampung dan dapat tempat yang sama untuk berdagang," ujar Harry. (pmg/djm)
