“Naik sekitar 20 persen dari hari-hari biasanya” kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August, kepada CNNIndonesia.com, di Jakarta, Jumat (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Diprediksi hari ini (Jumat), tetapi untuk datanya baru bisa diketahui besok," imbuh dia.
Kebanyakan dari penumpang membeli tiket untuk tujuan kota-kota di Jawa Tengah, yakni Pekalongan, Tegal, Slawi, dan Cilacap. Smentara, tujuan ke kota-kota di Jawa Barat adalah Cianjur, Tasikmalaya, Banjar, dan Singaparna.
Jumlah bus yang paling diminati, kata Emiral, adalah bus ekonomi dan AC ekonomi. Namun kelas eksekutif pun tidak ditinggalkan begitu saja. Harga tiket bus ekonomi berkisar Rp70-Rp90 ribu, sedangkan tiket bus AC ekonomi sekitar Rp115 ribu. Untuk satu tiket kelas eksekutif berkisar seharga Rp200-Rp300 ribu.
Untuk mengantisipasi menumpuknya penumpang, Emiral mengatakan, pihaknya telah meminta kepada perwakilan dari perusahaan bus untuk menyediakan tambahan kendaraan. Namun hal tersebut melihat situasi yang terjadi di lapangan.
Pihaknya juga mewajibkan pengemudi atau sopir bus melakukan tes kesehatan, termasuk tes narkoba yang bekerjasama dengan BNN, sebelum beroperasi membawa penumpang.
Soal calo, Emiral mengaku itu sudah diantisipasi pihaknya. Yakni, berupa seragam, untuk membedakan calo dengan petugas resmi.
"Biasanya yang petugas resmi hanya menawarkan bus yang memang tempat dia bertugas dan menggunakan seragam sesuai nama bus, sedangkan calo itu ke mana-mana, tidak hanya menawarkan satu bus dan tidak berseragam," jelas dia.
Dari pantauan CNNIndonesia.com, kurang lebih seratus penumpang sedang menunggu di Terminal Kampung Rambutan. Tidak hanya menunggu untuk pembelian tiket, mereka juga sedang duduk menunggu kehadiran bus yang akan membawa mereka ke tempat tujuan.
Sejumlah petugas di terminal juga telah berjaga-jaga. Tidak hanya itu, petugas bus dengan seragam pun berkeliling untuk mencari penumpang. Namun ada juga sejumlah orang yang menawarkan untuk naik bus tanpa menggunakan seragam.
Biasanya, kata Kesya, dirinya akan membayar seharga Rp70 ribu untuk satu tiket. "Saya mau ke Tasik, lagi acara liburan dan anak saya juga libur, jadi kami mau pulang kampung. Kami menggunakan bus ekonomi, sedang menunggu bus datang," ucapnya.
Saat musim libur panjang, Kesya mengatakan, perjalanan ke Tasikmalaya dapat menghabiskan waktu hingga tujuh atau delapan jam. Jika hari biasa ke Tasikmalaya hanya menghabiskan waktu sekitar empat jam. (arh)