Anton Charliyan Gunakan Strategi Sangkuriang di Pilgub Jabar

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Minggu, 07/01/2018 18:40 WIB
Anton Charliyan berpasangan dengan calon gubernur Tubagus Hasanuddin. Keduanya diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Pilgub Jabar. Tubagus Hasanuddin berpasangan dengan Anton Charliyan yang diusung PDIP di Pilkada Jabar. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bakal calon wakil gubernur Jawa Barat Anton Charliyan mengaku telah memiliki strategi khusus untuk memenangkan pilgub Jabar. Anton menyebutnya dengan strategi Sangkuriang. 

"Ya saya ada strategi Sangkuriang," ujar Anton ditemui di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1). 

Seperti kisah legenda Sangkuriang yang membuatkan perahu dan danau untuk ibunya dalam waktu semalam, Sangkuriang yang dimaksud Anton adalah kerja cepat menyelesaikan pekerjaan di Jabar. 
"Di Bandung ada legenda Sangkuriang, artinya satu hari bisa menyelesaikan (masalah) danau dan lainnya," imbuhnya. 


Di sisi lain, mantan Kapolda Jabar ini mengaku telah menyusun strategi khusus bersama pasangan cagubnya, Tubagus Hasanudin yang berasal dari purnawirawan jenderal TNI. Menurut Anton, duetnya bersama Tubagus adalah bentuk solidaritas TNI/Polri.  

"PDIP memberikan kesempatan kader lain kebetulan dari TNI, lalu ada polri ini adalah suatu sinergitas. Tapi TNI/Polri harus netral," katanya.

Anton optimistis akan memenangkan pertarungan di pilgub Jabar. Ia mengklaim telah memiliki pemilih di sejumlah kantong suara seperti di daerah Priangan, Subang, Cirebon, Kuningan, dan Majalengka. 
"Pokoknya man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh insyaallah akan memetik hasil," tuturnya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hari ini resmi mengumumkan TB Hasanudin sebagai cagub Jabar bersama Anton Charliyan. Saat menjabat sebagai Kapolda Jabar, Anton sempat didesak mundur karena dianggap membiarkan bentrokan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia dengan FPI. 

Duet ini akan melawan tiga pasangan calon lain yakni Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang diusung Demokrat dan Golkar, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Gerindra, PKS, PAN), dan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (PPP, PKB, Gerindra dan Hanura). (sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK