Kepada CNN Indonesia.com, La Nyalla menegaskan uang tersebut merupakan uang untuk kebutuhan saksi selama pemilihan gubernur.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Arief Poyuono mengatakan, jumlah Rp40 miliar, seperti yang diungkapkan La Nyalla sangat tidak masuk akal untuk memenuhi kebutuhan saksi Pilgub Jatim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah TPS di Pilgub Jatim, kata Arief, mencapai sekitar 69 ribu TPS. Belum lagi, kata Arief, saksi-saksi di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
"Jumlah PPS sebanyak 8501, 664 PPK, 38 KPUD Kabupaten Kota," katanya.
Dijelaskan Arief, di tiap PPS dan PPK dibutuhkan lima orang saksi, sehingga dibutuhkan 45.285 saksi dan untuk KPUD Kota Kabupaten kami butuh 190 saksi," kata Arief.
Sedangkan di tingkat PPS sebanyak Rp300 ribu per saksi setiap hari. "Dibutuhkan tiga hari kerja hingga rekapitulasi, maka butuh Dana Rp41,55 miliar," kata dia.
Sedangkan di tingkat KPUD, dibutuhkan sekitar 190 saksi. "Uang makan mereka per hari Rp400 ribu per hari dan butuh tujuh hari, sehingga butuh dana Rp5,3 miliar," ujar Arief.
Belum lagi, sebelum menjadi saksi di TPS para saksi mendapatkan pelatihan sebagai saksi TPS, dan dibutuhkan dana Rp100 ribu per hari. Selama tiga hari pelatihan butuh sekitar dana Rp94,5 miliar.
"Nah kalau cuma Rp 40 miliar enggak cukuplah karena yang dibutuhkan Rp141,3 miliar. Nah kekurangannya biasanya yang nombok itu Partai Gerindra yang diambil dari kader-kader Gerindra di eksekutif dan legislatif. Jadi enggak ada itu mahar politik pada Gerindra untuk mengusung La Nyalla," katanya.
Menurutnya kegagalan La Nyalla maju dalam Pilgub Jatim bukan karena persoalan uang Rp40 miliar, namun karena La Nyalla gagal menggaet PAN sebagai mitra koalisi Gerindra.
"Dukungan Amien Rais pada La Nyalla dicuekin sama Ketum PAN Dan Pengurus DPW Pan Jatim.
Kok aneh jadi Gerindra yang disudutkan, yang ada juga kami takut kalau nanti akhirnya kader Gerindra yang suruh urunan untuk uang saksi di TPS," ujar Arief.
Arief meminta agar La Nyalla menghentikan polemik tentang uang Rp40 miliar.
"Memang ada apa orang mau jadi saksi tanpa dikasih uang makan dan uang transport, itulah realita demokrasi di mana-mana butuh biaya. Jadi saya minta La Nyalla untuk berhenti berpolemik," ujarnya.