AP I Sebut Telah Kosongkan Lahan Bakal Bandara Yogyakarta

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 04:25 WIB
AP I Sebut Telah Kosongkan Lahan Bakal Bandara Yogyakarta PT Angkasa Pura I menyatakan telah menyelesaikan pengosongan lahan tahap II di area proyek bandara internasional Yogyakarta di Kulon Progo. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyelesaikan pengosongan lahan tahap II di area Proyek Bandara New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Selesainya pengosongan lahan berkat kerja sama yang baik dengan Kepolisian, TNI AD, TNI AU dan Satpol PP Kulon Progo," kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi di Kulon Progo, Jumat (12/1) seperti dikutip dari Antara.


Ia mengatakan kegiatan pengosongan lahan tahap II yang dilaksanakan PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Yogyakarta merupakan rumah yang sudah tidak berpenghuni dan tanaman yang sudah dikonsignasikan ke Pengadilan Negeri Wates, Yogyakarta.

Dalam hal pengosongan lahan ini sempat terjadi keributan pada awal pekan ini antara aparat dan warga.

Terkait kondisi yang terjadi Senin (8/1), Israwadi mengatakan tim pengamanan berusaha untuk menjaga warga agar tidak memasuki area pengosongan lahan. Hal tersebut menimbulkan aksi saling dorong antara warga dengan tim pengamanan yang tidak dapat diantisipasi.

Selanjutnya seorang warga jatuh di dalam kerumunan tersebut yang menyebabkan luka dan dapat berdiri kembali.

"Pada proses pengosongan lahan, Angkasa Pura I juga memberikan kesempatan kepada warga yang memohon untuk dapat melakukan panen di pekarangannya," kata Israwadi.


Kemudian, untuk meminimalkan penolakan warga yang terjadi dalam pelaksanaan pengosongan lahan (land clearing), lanjut Israwadi, AP I berupaya untuk melakukan komunikasi secara persuasif.

Ia mengklaim pihaknya telah melakukan itu, termasuk sosialisasi, sejak awal perencanaan proyek bandara baru Yogyakarta.

Ia mengklaim saat ini sebagian besar bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I tengah mengalami kondisi kekurangan kapasitas (lack of capacity), sehingga perlu dilakukan pengembangan serta pembangunan untuk mendukung peningkatan pelayanan transportasi udara.

Pada friksi yang terjadi pada awal pekan ini antara aparat dan warga yang menolak pengosongan lahan di Kulonprogo ada sebanyak tiga relawan yang ditangkap polisi, dan sepuluh mengalami cedera. (Antara/kid)