Pernyataan ini mereka serukan pasca-audiensi terbuka antara ANNI dengan Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Tadi siang kami bertemu dengan Pak Presiden dan Mas Ganjar. Kami ngobrol banyak, salah satunya soal cantrang dan sudah ada solusinya," aku Ketua Umum Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Riyono, saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Senin (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesempakatan ini juga diakui Nanang tak ada tenggat waktu yang diberikan Pemerintah untuk nelayan cantrang beroperasi dengan menggunakan kapal cantrang milik mereka.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Nanang El Ghazal, Wakil Ketua ANNI. Nanang menyebut, dalam pertemuan itu pihak nelayan tak hanya meminta cantrang diperbolehkan melaut. Mereka juga meminta agar Pemerintah memberikan kepastian hukum terkait legalisasi cantrang ini.
"Kami minta ada kepastiannya, biar ada payung hukum yang melindungi kami," ucap dia.
"Kami paling rugi, kalau tidak ada payung hukum kami tetap dianggap penjahat oleh kawan sendiri di laut," katanya.
Lebih lanjut, terkait aksi nelayan cantrang yang sebelumnya akan melakukan aksi ke Istana Negara akan tetap dilakukan. Namun kata Nanang, aksi itu tidak akan berupa aksi atau demo-demo cantrang seperti biasanya.
“Iya kami tetap jalan tanggal 17 Januari, tapi kami tidak akan demo lah, ini istigosah,” katanya.
Sementara itu, CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meminta tanggapan terkait larangan cantrang yang dilegalkan kembali, namun hingga berita ini dimuat pihak KKP belum merespon telepon dan pesan yang dikirimkan.
Salah satu aksi demo nelayan yang menolak pelarangan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan SUsi Pudjiastuti, beberapa waktu lalu. (Foto: CNN Indonesia/Priska Sari) |
Terpisah, Presiden Joko Widodo alias Jokowi, yang didampingi oleh Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, berdialog dengan belasan nelayan di restoran batibul "Bang Awi", Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/1), untuk mencari solusi terkait dengan pelarangan penggunaan cantrang.
"Nanti kita bertemu hari Rabu (17/1) kembali untuk mencari solusi dari problem yang berkaitan dengan cantrang," kata dia, dikutip dari Antara.
Namun demikian, Jokowi tidak merinci apa saja masalah yang disampaikan oleh para nelayan tersebut. Yang jelas, ia mengaku sudah mendapatkan solusi bagi nelayan itu.
"Intinya tadi kita sudah bertemu, sudah sama-sama ketemu solusinya, hanya nanti lebih didetailkan lagi di Jakarta, nanti disampaikan hari Rabu," ungkap Presiden.
Data ANNI menyebutkan, dampak dari pelarangan cantrang ini adalah sebanyak 600 kapal cantrang atau 80 persen dari keseluruhan kapal di wilayah Tegal berhenti beroperasi.
Terdapat 12 ribu Anak Buah Kapal (ABK) dan nelayan cantrang di wilayah tersebut kehilangan pekerjaan dan berdampak pada 48 ribu orang keluarga nelayan.
(arh)
Salah satu aksi demo nelayan yang menolak pelarangan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan SUsi Pudjiastuti, beberapa waktu lalu. (