Tuntutan pengunduran politisi yang akrab disapa Romi ini disuarakan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor DPW PPP Sumut Jalan Raden Saleh Medan, Senin (15/1).
Para peserta aksi mayoritas merupakan pengurus, kader serta simpatisan PPP Medan. Tampak hadir, Ketua DPC PPP Medan Aja Syahri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya, peserta aksi dengan tegas menyatakan menolak keputusan DPP mengusung Djarot-Sihar di Pilgub. "Kami siap melawan dan berjihad, menolak keputusan DPP," kata orator aksi.
Selain menggelar orasi, massa juga menandatangani petisi yang meminta Romi mundur. Petisi diteken di atas spanduk bergambar Romi juga melampirkan pesan untuk Romi. "Insyaflah Romi, PPP milik umat Islam," bunyi salah satu pesan yang ditulis.
Dia mengatakan, pasca diberikannya dukungan PPP untuk Djarot-Sihar, seluruh DPC PPP di Sumut bergeliat menolak putusan tersebut. DPC sebagai Sumut kata dia, berada dalam satu barisan bersama DPW menolak putusan DPP.
DPW sendiri sebelumnya juga telah dengan tegas menolak putusan mengusung Djarot-Sihar di Pilgub. Namun, belum memastikan adanya pengalihan dukungan. "Kemungkinan pengalihan dukungan itu bergantung pada putusan Rapim nantinya," kata Johnson.
Dalam aksi ini, muncul juga desakan kepada Romi untuk mundur dari jabatannya. "Kawan-kawan meminta Romi mempertanggungjawabkan kebijakannya. Biasanya kalau pemimpin melakukan kebijakan yang salah, oleh kader-kader ya diminta mundur," ungkapnya.
Kisruh di internal PPP Sumut muncul setelah penetapan dukungan paslon Djarot-Sihar oleh DPP PPP. Djarot-Sihar ditolak karena PPP Sumut meminta cagub dan cawagub yang diusung PPP Sumut adalah muslim-muslim. (osc/zul)