"Sampai sekarang saya belum ada pembicaraan mahar politik, pencalonan saya di PKB jelas prosesnya, di PDIP juga jelas prosesnya, semuanya jelas," tutur Gus Ipul di Surabaya kemarin.
"Ini bisa dipahami masyarakat, yang dibicarakan dengan partai pemenangannya seperti apa, kemudian langkahnya seperti apa. Tentu, itu membutuhkan biaya tetapi itu harus dipertanggungjawabkan," kata Wakil Gubernur Jawa Timur itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga membantah ada mahar yang harus ia bayar saat dua periode mendampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Pasangan Gus Ipul-Puti diusung empat parpol yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, dan Gerindra.
Mahar politik sendiri mencuat dalam beberapa pekan terakhir, terutama di Pilgub Jawa Timur menyusul pernyataan La Nyalla Mattalitti soal itu.
La Nyalla dalam penuturannya kepada wartawan mengaku dimintai uang hingga miliaran rupiah oleh Ketua Gerindra Prabowo Subianto, sebagai syarat untuk menjadi calon gubernur yang diusung Gerindra.
Poyuono menyebut uang tersebut hanya digunakan bagi kepentingan pribadi kandidat sebagai upaya pemenangannya di Pilkada.
"Uang yang diminta itu bukan untuk partai atau bukan untuk Pak Prabowo. Uang yang diminta itu untuk dirinya sendiri (kandidat) buat pemenangan dia sendiri," ujar Arief saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Minggu (14/1). (dik/wis)