"Beliau (Djonny, adalah) Direksi (di PT. Japirex) dan waktu itu sama saya tidak ada masalah. Sampai menjelang Pilkada saja tiba-tiba baru ada masalah," ungkapnya, seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djonny sendiri pernah menjabat sabagai salah satu Direksi PT. Japirex. Sandi juga pernah memiliki saham dan menduduki jabatan Komisaris di perusahaan itu.
Lihat juga:Salah Naik Mobil, Sandiaga Uno Jewer Ajudan |
Hanya saja, Sandi menyinggung soal kemunculan mendadak kasus yang terjadi pada 2001 atau 17 tahun lalu itu.
"Kasus-kasus yang sudah mendekati 20 tahun ini tiba-tiba bangkit kembali. Sama-sama kita pastikan supaya sebagai pelayan masyarakat, polisi bisa melayani untuk kasus-kasus yang ada di 20 tahun ini," tuturnya.
PT. Japirex, yang bergerak di bidang ekspor rotan, sudah dilikuidasi pada 2002. Ketika itu, perusahaan ini menjual sejumlah aset. Salah satunya, aset tanah yang jadi pangkal permasalahan laporan Djonny. Sebab, sebidang tanah yang dijual di Curug, Tangerang, itu diklaim milik Djonny.
Lihat juga:Sandiaga Dilaporkan dalam Kasus Penipuan |