"Kami tahu bahwa bulan Januari ini ibarat mobil sudah di-starter, partai-partai men-starter mobil untuk memanaskan mesin. Sebentar lagi mesin partai akan berjalan, bergerak semua. Nah, jangan sampai over, jangan sampai kepanasan. Maka itu perlu ada pendinginan-pendinginan," jelas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Jakarta, Jumat (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat meresmikan Gedung Promoter di Mapolda Metro Jaya, mengatakan, Satgas Nusantara tersebut nantinya akan ditempatkan di gedung kosong di Polda Metro Jaya. Kantor ini nantinya digunakan sebagai pusat pemantauan atau monitoring center.
"Untuk gedung Polda yang lama, saya sudah perintahkan Pak Idham untuk dikosongkan karena akan diisi dengan monitoring center. Rencananya akan ditempati beberapa Satgas, diantaranya Satgas Nusantara yang kami bentuk dalam rangka untuk mendinginkan isu-isu yang berkaitan dengan masalah Pilkada," papar dia.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Muhammad Iqbal, belum lama ini, menyebut, Satgas Nusantara atau Satgas Anti-SARA akan bertugas memantau media sosial yang memuat konten ujaran kebencian, pornografi, serta provokasi, dan hoaks selama masa Pilkada. Kerjasama akan dilakukan dengan kementerian Komunikasi dan Informatika.