Darurat Keselamatan, Pejalan Kaki Peringati Tragedi Tugu Tani

TTK & CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 22/01/2018 19:00 WIB
Darurat Keselamatan, Pejalan Kaki Peringati Tragedi Tugu Tani Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) menggelar aksi tabur bunga di sekitar halte Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, memeringati enam tahun Tragedi Tugu Tani. (CNN Indonesia/Tutiek Apriyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belasan anggota Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) mendatangi halte Tugu Tani di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/1). Mereka menggelar aksi tabur bunga memperingati enam tahun Tragedi Tugu Tani.

Tragedi Tugu Tani terjadi pada Minggu 22 Januari 2012. Mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI, yang dikendarai Afriyani Susanti menabrak belasan pejalan kaki di jalan Ridwan Rais. Sembilan orang tewas dalam kejadian itu.

Pantauan CNN Indonesia.com, aksi tabur bunga dimulai pukul 16.00 WIB di depan Halte Tugu Tani, Jakarta Pusat. Selain menggelar aksi tabur bunga, mereka juga melakukan aksi tiup peluit sebagai tanda bahwa saat ini Indonesia darurat pejalan kaki.
Menurut Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus, peringatan enam tahun Tragedi Tugu Tani juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat terutama mengenai aturan lalu lintas dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya.


"Hingga saat ini Indonesia masih darurat pejalan kaki. Menurut data yang diperolehnya di tahun 2017 sedikitnya ada sekitar 19.337 pejalan kaki yang diberi santunan oleh Jasa Raharja akibat kecelakan," tutur Alfred kepada CNN Indonesia.com, di Halte Tugu Tani, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Alfred menilai fasilitas umum untuk pejalan kaki di Jakarta belum ramah terhadap pejalan kaki dan masih perlu perbaikan. Dia merinci, sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki, seperti trotoar, zebra cross, dan jembatan penyebrangan.

"Memang ada progres dari pemprov DKI saat ini tapi kami masih berharap ada perbaikan fasilitas lagi dari pemerintah terutama fasilitas untuk para pejalan kaki dan kaum disabilitas," kata Alfred.

Kata Alfred, hampir 80 persen trotoar di Jakarta tidak layak digunakan, dan mayoritas tidak dapat diakses oleh penyandang disabilitas.

"Semoga gubernur yang baru akan memperbaiki kondisi ini, apalagi pada bulan Agustus nanti di Jakarta akan diselenggarakan Asian Games," katanya.

Alfred juga mengharapkan agar Pemprov DKI Jakarta membangun fasilitas umum lebih layak untuk para pejalan kaki.

"Jangan sampai fasilitas umum seperti trotoar digunakan sebagai jalanan bagi pengendara motor atau berdagang," kata Alfred.
(ugo/ugo)