"Pemilu 2014 politik uang itu marak. Pilkada 2015 dan 2017 juga ditemukan kasus itu. Jadi politik uang ini masih jadi pekerjaan rumah Bawaslu pada tahun ini," ujar Fandi dalam Diskusi Kinerja Bawaslu 2017 di Jakarta Selatan, Kamis (25/1).
Fandi menambahkan, maraknya politik uang dalam pilkada maupun pemilu membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil kesimpulan. Fandi mengklaim, KPK menyimpukan bahwa demokrasi menjadi penyebab korupsi, dimana salah satu faktornya karena ada budaya memberikan uang kepada masyarakat oleh kandidat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pernyataan Fandi Utomo, Ketua Bawaslu RI Abhan mengaku akan membuat gerakan "Tolak Politik Uang" yang akan dilakukan di seluruh Indonesia pada 2018.
Dia menambahkan pencegahan dan pemberantasan praktik politik uang menjadi salah satu agenda yang akan dioptimalkan oleh Bawaslu pada 2018.
[Gambas:Video CNN] (osc/gil)