"Sementara ini enggak ada pengaruhnya," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung, Andi Suardi, melalui pesan singkatnya, Jumat (26/1).
Andi mengatakan, pos akan terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau. Namun, kata dia tidak ada pantauan khusus terhadap gunung itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Salah satu gunung yang dinaikan statusnya menjadi waspada adalah Gunung Anak Krakatau.
Gempa bumi terus terjadi di wilayah Lebak, sejak gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter mengguncang pertama kali pada Selasa (23/1) dikhawatirkan masyarakat akan berpengaruh pada aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tercatat, hingga Jumat (26/1), telah terjadi sebanyak 53 kali gempa bumi.
Lihat juga:Gempa 5,2 SR di Lebak Tak Berpotensi Tsunami |
"Lokasi gempa sekarang berdekatan, walaupun berbeda," kata Trian.
Namun, dia mengatakan, gempa di Kabupaten Lebak akan berlangsung lama, karena frekuensi gempa susulan masih terus terjadi.
"Kenapa terjadi gempa susulan, kita belum tahu pasti, karena itu perlu ada kajian. Jadi gempa tektonik, Indo-Australia di Selatan Banten," terangnya.