Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arief M Edie mengatakan, semua plt gubernur tidak mungkin diambil dari pejabat tinggi Kemendagri.
"Adanya keterbatasan SDM, dan Pak Menteri sudah berkoordinasi di tingkat pusat dimungkinkan bisa diisi komponen lain, seperti polisi yang mengusulkan dua pejabat tingginya," kata Arief di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jumat (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief mengatakan, jumlah pejabat setingkat eselon I di Kemendagri masih sangat terbatas untuk mengisi posisi plt gubernur di sepuluh provinsi.
"Kalau pejabat eselon I Kemendagri jumlah yang ada terbatas, eselon I cuma beberapa orang. Masih ada Plt. Kalau Plt enggak boleh karena harus eselon I yang definitif," ujarnya.
Arief mengatakan, pihaknya tak hanya merekrut dari kalangan polisi saja untuk mengisi plt gubernur itu. Kemendagri akan mengusulkan nama-nama lain di luar institusi tersebut untuk mengisi posisi tersebut.
Ia mengatakan, nama-nama tersebut masih digodok di internal Kemendagri. Nama-nama tersebut nantinya akan diserahkan kepada presiden untuk diputuskan.
"Masih dibahas, ada beberapa nama, masih dibahas juga di rapat di Polhukam, mana yang akan menduduki, calonnya ini, lihat kemampuan dan latar belakangnya apa, belum definitif," kata Arief.
"Tidak masalah, mereka dua ini kan senior, mampu kok karena sudah berpengalaman di lapangan juga mengoordinasikan acara Forkopimda, Muspimda," kata Arief.
[Gambas:Video CNN] (pmg/djm)