"Disetujui atau tidak, ya terserah Presiden," kata Tjahjo usai menghadiri Rapat Koordinasi Badan Intelijen Keamanan (Rakor Baintelkam) Polri, di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Senin (29/1).
Saat ini Kementerian Dalam Negeri sudah mengantongi nama Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dan Irjen Martuani Sormin untuk menjadi Pj Gubernur di Jawa Barat dan Sumatra Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta pejabat Polri. Tapi yang mengusulkan bukan saya. Secara tertulis belum, lisan sudah. Iya, dong (Polri yang merekomendasikan), masa saya comot orang," ujar Tjahjo.
"Ini usulan, jadi terserah. Istana juga kan ada pertimbangan, ada apa-apa," ucapnya.
Pencalonan dua orang Pati Polri sebagai Pj gubernur Jawa Barat serta Sumatra Utara menjadi polemik dan mendapatkan sorotan publik sejak pekan lalu.
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menentang rencana Tjahjo dan mengatakan berpotensi melanggar Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.
“Karena undang-undang menyebutkan bahwa polisi tidak boleh merangkap jabatan di luar tugas kepolisian,” kata Yusril di kantor DPP PBB, Jakarta, Minggu (28/1).